<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852</id><updated>2011-10-31T11:46:47.071-07:00</updated><title type='text'>Save Earth From Destroy</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-5223241184519651200</id><published>2010-11-03T10:14:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T10:22:46.262-07:00</updated><title type='text'>Handphone Ramah Lingkungan - Dari Jagung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TNGaH-bhTbI/AAAAAAAAATI/OkymQ77XziA/s1600/reclaim_box.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 304px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TNGaH-bhTbI/AAAAAAAAATI/OkymQ77XziA/s320/reclaim_box.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535374878823239090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SAMSUNG go Green. Saatnya menggunakana produk yang ramah lingkungan dan Recycleable. Coba bayangkan Hp kita yang kita bawa tiap hari itu kalo udah ga kta pakai, dibuang ke mana coba? jadi limbah kan? limbah beracun lagi, tidak bisa di daur ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo HP yang punya samsung ini, tenang aja kalo dah ga suka, ditanam aja di belakang rumah, pasti hancur terurai oleh bumi (meski makan waktu yang lama) setidaknya niat Samsung untuk menghasilkan produk ramah lingkungan patut diacungi jempol.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://bluehatnews.blogspot.com/2009/08/cellphone-made-from-corn.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-5223241184519651200?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/5223241184519651200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/11/handphone-ramah-lingkungan-dari-jagung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5223241184519651200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5223241184519651200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/11/handphone-ramah-lingkungan-dari-jagung.html' title='Handphone Ramah Lingkungan - Dari Jagung'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TNGaH-bhTbI/AAAAAAAAATI/OkymQ77XziA/s72-c/reclaim_box.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-8596189115857509430</id><published>2010-10-29T07:16:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T08:00:00.756-07:00</updated><title type='text'>Tips Mengurangi Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TMrfFarOP0I/AAAAAAAAASw/Qoa1hFVANcg/s1600/calender0025.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TMrfFarOP0I/AAAAAAAAASw/Qoa1hFVANcg/s320/calender0025.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533480376331026242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips Mengurangi Pemanasan Global&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Udah terasa gak kalo beberapa tahun belakangan ini cuaca dah mulai gak menentu, kadang hujan turun dengan derasnya eh beberapa jam kemudian matahari bersinar sangat terik. Udah masuk musim hujan tapi cuaca masih aja panas banget. Udah masuk musim kemarau eh hujan turun deras. Cuaca dah sulit untuk ditebak dengan kasat mata. Siang hari suhu begitu panas apalagi di daerah kota besar gak terkecuali kota Palembang yang lalu lintas nya dah mulai sangat padat. Polusi di mana-mana, kemacetan ada di setiap persimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tv dah mulai hangat ngomongin tentang pemanasan global apa lagi ketika Indonesia Menjadi tuan rumah KTT G-8 di Bali. Udah saatnya kita mulai membantu mengurangi beban derita bumi kita ini untuk kelangsungan hidup anak dan cucu-cucu kita. Mulai dari diri sendiri aja baru ke orang-orang terdekat. Berikut saya berikan Tips Mengurangi Pemanasan Global - Modernisasi vs Tradisional- yang saya ambil dari sebuah Blog. Dan dua-duanya mempunyai dampak besar bila di lakuin bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MODERNISASI:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Edit tulisan anda di komputer, sebelum di cetak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Satu hal yang sangat remeh tapi merupakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan di era sebelum personal computer. Jaman dahulu, kita menggunakan mesin tik sebagai sarana untuk menulis sesuatu dengan formal dan rapi. Akan tetapi, apa yang terjadi jika kita membuat kesalahan? Kita pasti akan mengambil kertas itu, meremas-remasnya, dan membuang ke tempat sampah terdekat. Berapa banyak kertas yang kita sia-sia kan untuk membuat sebuah tulisan? Mungkin lebih banyak dari kertas yang terpakai dalam tulisan itu sendiri. Di jaman modern seperti sekarang ini, kita tidak perlu lagi untuk membuang banyak kertas dari pohon-pohon tak berdosa. Kita dapat mengedit tulisan dengan lebih seksama di komputer kita sebelum dicetak di printer. Dengan begitu kita bisa meminimalisasi penggunaan kertas dan mengurangi sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Simpan file-file anda di hard disk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang bisa disimpan di hard disk, kenapa tidak? Selain lebih praktis, kita menghemat kertas. Menyimpan data di komputer semudah membalikkan telapak tangan, selain itu, kita juga dengan sangat mudah untuk mencari file yang kita inginkan dengan cepat. Caranya dengan mengorganisir folder-folder anda dengan rapi, tentu pekerjaan ini juga bisa dibilang sepele tapi sebenarnya sangat krusial. Ditambah lagi dengan akses intranet dan internet, mengirim file juga akan lebih cepat dan efisien, jadi kita benar-benar bisa menekan penggunaan kertas untuk kepentingan yang hanya bisa dilakukan di atas kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bayar tagihan anda lewat ATM. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda tidak menyadari bahwa selama ini anda menyimpan dan bahkan membuang kertas tanda terima tagihan-tagihan anda. Di jaman dahulu mungkin kita belom mengenal teknologi ATM, tapi sekarang, lewat ATM kita bisa melakukan banyak hal lain selain mengambil uang. Kita bisa membayar tagihan kita lewat ATM, dengan begitu kita menyelamatkan pohon-pohon yang digunakan sebagai bahan dasar pembuat kertas tagihan kita yang akhirnya hanya kita buang begitu saja. Membayar listrik, tagihan telfon, internet, dan air sudah dapat dilakukan di beberapa ATM dari bank terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pantau penggunaan BBM dan emisi gas buang kendaraan anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknologi saat ini sudah sangat memungkinkan untuk memantau kesehatan kendaraan anda. Konsumsi BBM dengan sangat mudah kita hitung dengan sedikit kemampuan matematika dan observasi ke angka km kendaraan serta jumlah pembelian BBM saat mengisi. Bahkan sudah banyak mobil-mobil yang menyertakan tingkat konsumsi BBM di dashboard mereka. Dengan begitu kita bisa menghitung dengan lebih cermat konsumsi BBM di kendaraan kita dan menghemat penggunaannya dengan cara apapun. Tingkat efisiensi BBM juga bergantung pada kesehatan kendaraan anda. Pastikan untuk memeriksakan kendaraan anda secara berkala. Uji emisi gas buang anda di bengkel-bengkel terdekat, atau bahkan sekarang ini banyak instansi-instansi pemerintah ataupun pendidikan yang melakukan uji emisi di lingkungan mereka sebagai bentuk penyadaran terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TRADISIONALISASI:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mandi dengan menggunakan gayung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pasti banyak di antara kita yang sudah menggunakan shower atau bath tub ketika mandi. Padahal mandi dengan shower mengkonsumsi lebih banyak air daripada mandi dengan menggunakan gayung. Jika kita perhatikan, mandi dengan menggunakan gayung pasti membutuhkan wadah untuk menampung air, bak mandi ataupun ember. Sehingga kita hanya benar-benar memakai air jika kita memerlukannya, tidak ada air yang terbuang sia-sia. Jika anda berencana untuk mengganti bak mandi anda dengan shower, mungkin setelah membaca ini anda berubah pikiran untuk tetap menggunakan bak mandi demi ketersediaan air di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membawa tas belanja ke pasar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan cara orang-orang dari generasi yang lebih tua dari kita jika akan berbelanja. Biasanya mereka membawa tas atau keranjang belanja sendiri dari rumah. Ini sebenarnya adalah hal yang sangat positif jika kita tiru di jaman sekarang. Kita dapat mengurangi penggunaan plastik untuk tempat belanjaan kita yang akhirnya akan terbuang juga. Dengan tas belanja sendiri, kita masih dapat menggunakannya untuk berbelanja di waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gunakan sepeda untuk berpergian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin berpergian untuk jarak yang sangat memungkinkan dengan bersepeda, ada baiknya kita meninggalkan kendaraan bermotor kita. Ke kampus misalnya, mahasiswa Indonesia biasanya memilih untuk tinggal di kos yang jaraknya dekat dari kampus. Tapi anehnya mereka juga masih memprioritaskan penggunaan kendaraan bermotor daripada sepeda ataupun berjalan kaki. Padahal sesampainya di kampus lahan parkir kendaraan bermotor pun sangat terbatas dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam mencari parkir kosong. Apa salahnya kita mengalokasikan sedikit tenaga dan waktu kita dengan bersepeda untuk berpergian ke tempat-tempat yang terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hibahkan pakaian yang sudah tidak cukup ke adik anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jaman dahulu biasanya orang mewariskan pakaian yang sudah tidak cukup ke adik-adik mereka. Biasanya anak yang sulung selalu mendapatkan baju baru atau warisan dari orangtuanya, sementara anak yang bungsu selalu mendapatkan warisan. Sebenarnya ini sangat menarik jika kita masih melakukannya, apalagi jika pakaian-pakaian itu masih layak pakai. Kita dapat mengurangi konsumsi kita ke pakaian dan mengalokasikannya ke kebutuhan yang lain atau bahkan menabungnya. Selain itu kita juga bisa menyumbangkannya ke orang-orang yang membutuhkan, selain kita berbuat kebaikan, kita juga mengurangi sampah domestik. Jika baju sudah kurang layak pakai, masih bisa digunakan sebagai lap meja atau jendela. Saat inipun terjadi fenomena menarik dalam hal fashion, yaitu back to the old days atau retro. Banyak dari anak-anak muda yang tidak segan untuk membeli pakaian-pakaian bekas dari pasar dan mengolahnya menjadi barang yang sangat layak pakai, dan tidak ketinggalan pula tetap fashionable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin beberapa tips di atas bisa menstimulasi otak anda untuk berpikir lebih cerdas dan kreatif dalam mencari hal-hal yang positif yang bisa kita dapatkan dari modernisasi dan tradisionalisasi. Tentu saja kita juga harus membuang sikap-sikap yang kurang baik yang didapatkan dari keduanya, terutama dalam usaha kita untuk mencapai hari esok yang lebih bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So guys, Letz Save Our Earth for Better World&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://blog.unsri.ac.id/emonpotter/back-to-nature/tips-mengurangi-pemanasan-global/mrdetail/1357/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-8596189115857509430?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/8596189115857509430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/10/tips-mengurangi-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8596189115857509430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8596189115857509430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/10/tips-mengurangi-pemanasan-global.html' title='Tips Mengurangi Pemanasan Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TMrfFarOP0I/AAAAAAAAASw/Qoa1hFVANcg/s72-c/calender0025.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-716981028311833752</id><published>2010-06-21T23:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T23:55:24.793-07:00</updated><title type='text'>Topan Nargis adalah Indikasi dari Perubahan Iklim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TCBeGLXK15I/AAAAAAAAASY/BuMdIachAsk/s1600/2s7zyhw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TCBeGLXK15I/AAAAAAAAASY/BuMdIachAsk/s320/2s7zyhw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485487806359459730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pusat Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan (CSE), Topan Nargis yang merusak Myanmar dan memakan korban sangat banyak ini sepertinya merupakan dampak dari dari perubahan iklim. Dengan mengutip laporan perubahan iklim PBB, Direktur CSE, Sunita Narain, berkata, “Nargis adalah satu tanda akan datangnya hal-hal lain. Di tahun 2007, Bangladesh dihancurkan oleh topan tropis Sidr. Korban dari topan ini adalah korban perubahan iklim.” Narain menyerukan negara-negara kaya agar lebih bergegas mengatasi emisi gas rumah kaca mereka untuk membantu mengurangi pengaruh hebat dari pola cuaca yang tidak stabil bagi negara-negara yang pertaniannya tergantung pada hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://voanews.com/english/2008-05-07-voa58.cfm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-716981028311833752?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/716981028311833752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/06/topan-nargis-adalah-indikasi-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/716981028311833752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/716981028311833752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/06/topan-nargis-adalah-indikasi-dari.html' title='Topan Nargis adalah Indikasi dari Perubahan Iklim'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TCBeGLXK15I/AAAAAAAAASY/BuMdIachAsk/s72-c/2s7zyhw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-8850779461910972461</id><published>2010-06-21T23:24:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T23:46:42.050-07:00</updated><title type='text'>Peningkatan Aktivitas Gempa Bumi Berhubungan Dengan Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TCBcJ5iHW6I/AAAAAAAAASQ/wwNbpmikYb8/s1600/gempa-bumi-jogja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TCBcJ5iHW6I/AAAAAAAAASQ/wwNbpmikYb8/s320/gempa-bumi-jogja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485485671269751714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dr. Tom Chalko, kepala geofisika di Peneliti Teknik Ilmu Pengetahuan Austria telah mencatat peningkatan aktivitas gempa bumi yang saat ini lebih besar lima kali daripada dua puluh tahun lalu. Dengan mengutip data NASA dimana es di Bumi saat ini menyerap lebih banyak energi panas dari Matahari daripada radiasi yang dibalikkan ke angkasa, Dr. Chalko menyatakan, “Ketidakseimbangan panas ini telah menciptakan panas di dalam perut bumi tidak dapat keluar sehingga perut bumi terlalu panas. Peningkatan aktivitas gerakan seismik, tektonik, dan vulkanik adalah akibat yang tak terabaikan dari panas yang terperangkap akibat ketidakseimbangan.” Dr. Chalko sedang mendesak komunitas ilmuwan internasional untuk membagikan info ini dengan publik dan berkata, “Konsekuensi dari kelambanan kita akan menjadi malapetaka. Tidak ada waktu untuk gerakan setenga-setengah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.earthtimes.org/articles/show/earthquakes-became-five-times-more,437288.shtml&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-8850779461910972461?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/8850779461910972461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/06/peningkatan-aktivitas-gempa-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8850779461910972461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8850779461910972461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/06/peningkatan-aktivitas-gempa-bumi.html' title='Peningkatan Aktivitas Gempa Bumi Berhubungan Dengan Pemanasan Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TCBcJ5iHW6I/AAAAAAAAASQ/wwNbpmikYb8/s72-c/gempa-bumi-jogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-6721547415224927177</id><published>2010-06-06T00:25:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T00:44:03.104-07:00</updated><title type='text'>Kacang Tanah dan Kentang Terancam Punah Karena Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TAtRdfZzEjI/AAAAAAAAARQ/vuS68XOl_es/s1600/Peanut_9417.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TAtRdfZzEjI/AAAAAAAAARQ/vuS68XOl_es/s320/Peanut_9417.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479562938714100274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global mungkin menggiring banyak jenis tanaman liar seperti kentang dan kacang tanah menuju kepunahan paling lambat pertengahan abda ini, sehingga menghapuskan ciri khas yang mungkin membantu tanaman modern menghadapi hama atau penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu studi oleh Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR), kelompok ahli di seluruh dunia, mendesak pemerintah agar berbucara lebih banyak untuk melestarikan keluarga tanaman liar di alam dan di pusat pembenihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah spesies liar akan sangat terancam oleh perubahan cuaca --tanaman itu kehilangan daerah yang cocok sebagai habitatnya, kata Annie Lane, satu dari tiga penulis studi yang dikeluarkan pada 22 Mei, Hari Keragaman Hayati Internasional PBB.&lt;br /&gt;Sebanyak 61 persen dari 51 spesies kacang tanah liar dan 12 persen dari 108 jenis kentang liar yang dipelajari dapat punah dalam 50 tahun mendatang akibat pemanasan global yang oleh banyak pihak dituding bersumber dari gas rumah kaca yang dikeluarkan oleh penggunaan bahan bakar fosil oleh manusia, kata studi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ketiga yang diteliti, vigna atau cowpea, yang merupakan tanaman pangan penting di Afrika, adalah yang paling ulet dalam model cuaca dengan hanya dua dari 48 jenis liarnya mengahdapi ancaman kepunahan. CGIAR mendukung 15 kelompok penelitian pertanian di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lane, warganegara Australia, mengatakan temuan itu menunjukkan banyak keluarga tanaman liar lain --termasuk gandum, padi, dan sejenis gandum yang dipakai untuk membuat bir-- dapat menghadapi ancaman kepunahan. Tanaman yang tahan terhadap dan berjuang menghadapi perubahan cuaca dapat memperoleh keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang tanah, yang berasal dari Amerika Selatan, menghadapi ancaman kepunahan karena tumbuh di dataran rendah, tempat perubahan cuaca dengan cepat mempengaruhi suatu daerah yang luas. Kacang tanah juga tumbuh di bawah tanah di dekat tanaman induk sehinga kemampuan tanaman itu untuk berpindah terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kentang Daki Andes&lt;br /&gt;Kentang, yang ditemukan di Pegunungan Andes, dapat dengan lebih mudah mengembangkan diri ke atas untuk menemukan temperatur yang lebih dingin.&lt;br /&gt;Rangkaian kentang liar dengan gen yang tahan terhadap penyakit tumbuhan, yang memiliki reputasi buruk karena menimbulkan kelaparan pada 1840-an di Irlandia sehingga menewaskan sebanyak satu juta orang, termasuk di antara jenis yang terancam punah, kata Lane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan PBB tahun ini telah meramalkan makin banyak banjir, kelaparan, gelombang panas dan naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global.&lt;br /&gt;Para ilmuwan khawatir, misalnya, satu jenis kacang tanah dengan ciri mampu bertahan terhadap serangan serangga mungkin terhapus akibat perubahan cuaca berupa hujan terlalu lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga tanaman liar telah disilangkan dalam beberapa tahun belakangan guna meningkatkan daya tahan terhadap panas pada gandum, daya tahan terhadap panas pada padi atau meningkatkan nilai gizi, seperti kandungan kalsium pada kentang atau kandungan protein pada gandum durum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perkiraan yang dibuat pada awal 1980-an ialah keluarga tanaman liar bernilai 340 juta dolar AS di Amerika Serikat saja guna meningkatkan hasil dan kualitasnya.&lt;br /&gt;Ada kebutuhan mendesak untuk mengidentifikasi dan secara efektif memelihara keluarga tanaman liar yang menghadapi ancaman akibat perubahan cuaca, kata studi itu.&lt;br /&gt;Lane mengatakan yang terbaik ialah menemukan daerah terbuka guna memelihara tanaman dengan bank benih sebagai pendukung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-6721547415224927177?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/6721547415224927177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/06/kacang-tanah-dan-kentang-terancam-punah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/6721547415224927177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/6721547415224927177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/06/kacang-tanah-dan-kentang-terancam-punah.html' title='Kacang Tanah dan Kentang Terancam Punah Karena Pemanasan Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/TAtRdfZzEjI/AAAAAAAAARQ/vuS68XOl_es/s72-c/Peanut_9417.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-3636352052298085495</id><published>2010-05-26T21:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T21:12:59.983-07:00</updated><title type='text'>Penguin Raja Diambang Kepunahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_3wwDDOXAI/AAAAAAAAAPo/PhRqElu5_xQ/s1600/King-Penguins.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 252px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_3wwDDOXAI/AAAAAAAAAPo/PhRqElu5_xQ/s320/King-Penguins.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475797430195608578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penguin, pasti teman-teman tahu burung yang tidak bisa terbang ini. Bentuknya sangat lucu dan menggemaskan. Nah, ternyata ada berbagai jenis penguin yang hidup di benua Antartika, salah satunya adalah penguin Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pinguin Raja sangat khas. Kalian bisa mengenalinya karena pinguin Raja memiliki garis kuning di bagian kepala dan lehernya. Beratnya mencapai 16 kilogram untuk jantan dan 14 kilogram untuk betina. Penguin Raja ini banyak tinggal kepulauan kecil di Antartika seperti pulau Falkland Macquarie, Crozet dan Marion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anak-anak penguin Raja cukup mandiri lho. Setelah mereka lahir pada bulan November, mereka sudah ditinggal oleh orang tuanya. Para orang tua penguin ini berenang beratus-ratus kilometer untuk mencari makan. Makanannya berupa ikan-ikan kecil dan gurita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat cukup makanan, para orang tua pinguin ini akan kembali untuk mengurus anak-anaknya. Nah, untuk mengetahui keseharian para anak-anak penguin Raja saat ditinggal orang tuanya, peneliti dari Pusat Penelitian Nasional Perancis di Strasbourg, France, melakukan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anak-anak penguin dipasang sebuah alat elektronik, supaya keberadaannya bisa dilacak. Dengan begitu peneliti bisa melihat keseharian mereka dan bagaimana cara mereka bertahan hidup. Saat para anak-anak penguin ini ditinggal memang banyak yang mati tetapi ada juga yang tetap hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ada kabar yang menyedihkan dari penguin Raja teman-teman. Pemanasan global yang terjadi ternyata membuat jumlah penguin Raja di benua Antartika semakin berkurang. Jika mereka biasanya berenang dan bermain-main di air yang dingin, sekarang karena pemanasan global, air tempat mereka bermain menjadi semakin panas. Mereka jadi tidak nyaman untuk bermain bahkan ada pinguin yang mati karena airnya terlalu panas untuk kulit mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan jumlah penguin Raja akan semakin berkurang. Jika pemanasan global terus terjadi serta lingkungan tempat mereka hidup juga tercemar, maka 20 tahun lagi penguin Raja akan punah. Wah, jangan sampai hal itu terjadi ya teman-teman!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-3636352052298085495?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/3636352052298085495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/penguin-raja-diambang-kepunahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3636352052298085495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3636352052298085495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/penguin-raja-diambang-kepunahan.html' title='Penguin Raja Diambang Kepunahan'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_3wwDDOXAI/AAAAAAAAAPo/PhRqElu5_xQ/s72-c/King-Penguins.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-5898080038635028313</id><published>2010-05-25T23:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T00:37:06.046-07:00</updated><title type='text'>10 Bencana Besar Akibat Global Warming</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Gletser  Menciut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gletser adalah daratan yang terbuat dari es. Gletser bakal ikut meleleh dan menciut seiring dengan bertambahnya suhu bumi. Suhu bumi meningkat karena tingginya emisi gas rumah kaca  di atmosfer. Selama tahun 1990- 2005  saja suhu bumi naik 0,15 - 0,3 derajat celcius.  Gletser Himalaya yang memasok air ke sungai Gangga sekaligus menyediakan irigasi dan suplai air minum untuk 500 juta penduduk,menyusut 37 meter pertahun.Gletser di kutub semakin cepat mencair hingga membuat permukaan air laut di bumi naik.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zBdHv-fII/AAAAAAAAAOI/RG9j1_LaivM/s1600/himalaya-glacier-mountains-photo-002.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zBdHv-fII/AAAAAAAAAOI/RG9j1_LaivM/s320/himalaya-glacier-mountains-photo-002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475463953016323202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pulau Tenggelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia , Amerika Serikat, dan Bangladesh adalah beberapa negara yang paling terancam tenggelam. Bahkan beberapa pulau di Indonesia sudah hilang tenggelam. Ini disebabkan mencairnya permukaan gletser di kutub yang membuat volume air laut meningkat drastis. Menyusutnya hutan bakau memperparah pasangnya air laut.  Sekarang saja pasang air laut  Pantai Kuta telah membanjiri beberapa lobi hotel disekitarnya. Pulau Jawa juga bernasib sama , sampai saat ini permukaan Teluk Jakarta sudah naik 0,8 cm. Dan kalau suhu bumi terus naik , tahun 2050 derah-daerah Jakarta dan Bekasi seperti Kosambi , Penjaringan , Cilincing , Muaragembong , dan Tarumajaya akan terendam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zCRM57uBI/AAAAAAAAAOQ/GON1ysn4e5s/s1600/nukutoa_high_tidecms.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zCRM57uBI/AAAAAAAAAOQ/GON1ysn4e5s/s320/nukutoa_high_tidecms.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475464847753459730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Badai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai memang bisa terjadi karena kehendak alam. Tapi suhu air yang menghangat akibat global warming mendukung terjadinya badai yang jauh lebih kuat dan besar. Beberapa tahun belakangan ini , negara-negara di Eropa, Amerika, dan  Karibia telah mengalami begitu banyak badai dibandingkan abad sebelumnya. Bahkan badai-badai tersebut bukan cuma badai biasa, namun  masuk kategori badai mematikan , seperti badai katrina,badai ike, badai nargis, badai rita,dll.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zC6Cl92LI/AAAAAAAAAOY/_QaF7fP2sh0/s1600/StormCloud3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zC6Cl92LI/AAAAAAAAAOY/_QaF7fP2sh0/s320/StormCloud3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475465549359995058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Gelombang Panas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003  lalu,  Eropa diserang gelombang panas alias heat wave , yang menewaskan banyak orang. Mengejutkan ! Tapi bencana ini sudah diperkirakan ratusan tahun yang lalu , tepatnya tahun 1900 oleh para ilmuwan di masa itu . Gelombang panas memang pernah  terjad beberapa kali di bumi , namun belakangan ini makin sering terjadi. Dan diperkirakan 40 tahun lagi frekwensinya akan meningkat 100 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zGCRXDycI/AAAAAAAAAOg/6Nk8TxG-zb8/s1600/51138large.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zGCRXDycI/AAAAAAAAAOg/6Nk8TxG-zb8/s320/51138large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475468989297838530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Kekeringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afrika, India, dan daerah-daerah kering lainnya bakal menderita kekeringan lebih parah ! Air akan makin sulit di dapat dan tanah tak bisa ditanami apa-apa lagi, hingga suplai makanan berkurang drastis. Ilmuwan memperkirakan hasil tani negara-negara Afrika akan menurun 50 % di tahun 2020 , dan tingkat kekeringan di dunia meningkat 66 % . Tak terbayang kalau kekeringan ini sampai terjadi di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zG0vIFENI/AAAAAAAAAOo/gWeXtZaohcY/s1600/tanah-retak1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zG0vIFENI/AAAAAAAAAOo/gWeXtZaohcY/s320/tanah-retak1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475469856281530578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Perang dan Konflik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara yang kekurangan air dan bahan pangan kemungkinan besar akan mengalami panik dan berubah jadi agresif. Lalu bukan tak mungkin mereka berusaha saling merebut lahan yang belum rusak.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zHfbokb0I/AAAAAAAAAOw/0KcRGeSkhyw/s1600/part1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zHfbokb0I/AAAAAAAAAOw/0KcRGeSkhyw/s320/part1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475470589783469890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Penyakit Merajalela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaria, demam berdarah , ebola , dan banyak penyakit yang dulu cuma di anggap sebagai penyakit negara tropis , bisa menyebar ke berbagai negara  Eropa yang dikenal dingin. Penyebabnya apalagi kalau bukan banjir atau kekeringan yang mengundang banyak hewan pembawa penyakit bersarang disana!!!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zIsvrKd3I/AAAAAAAAAO4/axIgxl08xDk/s1600/anak-sakit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zIsvrKd3I/AAAAAAAAAO4/axIgxl08xDk/s320/anak-sakit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475471918012987250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Perekonomian Kacau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ladang tani , perkebunan yang biasanya menghasilkan akan musnah ole banjir atau kekeringan. Penduduk akan di buat makin menderita karena stok bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya akan jauh berkurang dan harganya pasti akan melambung naik. Pemerintah juga membutuhkan biaya yang banyak untuk membangun kembali wilayah yang terkena bencana dan menanggulangi penyakit yang mewabah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zJlkx69jI/AAAAAAAAAPA/yijpJFeYREk/s1600/2740544p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zJlkx69jI/AAAAAAAAAPA/yijpJFeYREk/s320/2740544p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475472894341084722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Ekosistem Hancur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan iklim yang terjadi akibat global warming akan menghancurkan ekosistem yang ada. Setelah sebagian mahkluk hidup di bumi musnah akibat bencana kekeringan, banjir , badai, atau ditenggelamkan air laut, mahkluk hidup yang tersisa bakal mengalami kesulitan untuk bertahan hidup. Penyebabnya adalah berkurangnya sumber air , udara bersih, bahan bakar , sumber energi , bahan makanan, obat-obatan yang dibutuhkan untuk survive.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zAnAaTAMI/AAAAAAAAAOA/SR698Bux0BQ/s1600/20081031140111.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zAnAaTAMI/AAAAAAAAAOA/SR698Bux0BQ/s320/20081031140111.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475463023333408962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Mahkluk Hidup Punah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 30 % mahkluk hidup yang ada  sekarang bakal musnah tahun 2050 kalau temperatur bumi terus naik. Spesies yang punah ini kebanyakan yang habitatnya di tempat dingin . Hewan-hewan laut diperkirakan banyak yang tak bisa bertahan setelah suhu air laut jadi menghangat. Kalau tumbuhan dan hewan makin berkurang, jelas manusia akhirnya terancam karena kekurangan bahan makanan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_y_yqRWjMI/AAAAAAAAAN4/HytEISOP9_Q/s1600/3275961p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_y_yqRWjMI/AAAAAAAAAN4/HytEISOP9_Q/s320/3275961p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475462124037115074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-5898080038635028313?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/5898080038635028313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/10-bencana-besar-akibat-global-warming.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5898080038635028313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5898080038635028313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/10-bencana-besar-akibat-global-warming.html' title='10 Bencana Besar Akibat Global Warming'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_zBdHv-fII/AAAAAAAAAOI/RG9j1_LaivM/s72-c/himalaya-glacier-mountains-photo-002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-3330411710866049444</id><published>2010-05-25T23:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T23:07:16.417-07:00</updated><title type='text'>Islam Melihat Global Warming</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_y6VrUVduI/AAAAAAAAANo/yriQdrGH9zQ/s1600/global_warming_PSA___time_by_pepey.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_y6VrUVduI/AAAAAAAAANo/yriQdrGH9zQ/s320/global_warming_PSA___time_by_pepey.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475456128543717090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arif Zulkifli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya pasti mempengaruhi lingkungan. Hal tersebut telah ditanyakan oleh para malaikat kepada Allah saat malaikat bertanya mengapa Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi padahal manusia itu akan membuat kerusakan di muka bumi. Pertanyaan ini terekam dalam Surat Al Baqarah ayat 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sejak lahir memerlukan dukungan alam seperti selimut, kain, popok, makanan, susu, dan sebagainya, sehingga keberadaan manusia di muka bumi akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Semakin banyak jumlah manusia maka kecenderungan kerusakan lingkungan semakin besar. Semakin banyak kebutuhan manusia, semakin cepat terdegradasi lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ilmuwan menyatakan pemanasan global terjadi karena faktor alam. Namun sebagian besar lagi menyatakan hal itu terjadi karena ulah manusia. Alquran menjawab perdebatan faktor penyebab pemanasan global melalui Surat Asy-Syura ayat 27. Di situ disebutkan bahwa penyebab kerusakan bumi itu adalah ulah manusia itu sendiri yang melampaui batas (berlebih-lebihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akibat belebih-lebihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan memiliki daya lenting berupa kemampuan untuk kembali ke keadaan semula setelah diintervensi. Lingkungan dapat kembali ke keadaan keseimbangan apabila terjadi intervensi, namun tingkat pengembaliannya memerlukan banyak waktu. Kecepatan intervensi manusia sendiri tergantung dari tingkat kebutuhan dan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Pembakaran bahan bakar fosil umumnya disebabkan aktivitas industri, transportasi, dan rumah tangga. Aktivitas tersebut meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan keinginan masyarakat modern yang semakin beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Islam mengenai pertambahan penduduk dan keinginan masyarakat modern yang makin beragam adalah mengingatkan agar tindakan dan kebutuhan manusia tidak berlebih-lebihan (Al-Isra:27). Kebutuhan manusia dapat diperhitungkan dan dipenuhi oleh sumber alam yang ada di muka bumi, namun keinginan manusia sangatlah banyak. Memenuhi semua keinginan manusia hanya akan memperburuk keadaan. Perbandingan pola produksi dan konsumsi di antara negara berkembang dan negara maju membuktikan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data World Resources Institute tahun 1994 menunjukkan bahwa pada tahun 1991 AS mengkonsumsi energi hampir tiga kali lipat lebih banyak dari Jepang untuk menghasilkan 1 dolar AS GNP-nya. Dengan penduduk yang hanya 4,6 persen dari penduduk dunia, pada tahun 1991 AS menghasilkan 22 persen emisi global CO2. Dengan pola konsumsi energi sebagai indikator bagi lingkungan yang berkelanjutan, kelahiran bayi di AS menghasilkan 2 kali lipat dampak lingkungan bagi bumi dibandingkan seorang bayi yang lahir di Swedia, 3 kali lipat dibanding di Italia, 13 kali lipat dibanding Brazil, 35 kali dari India, dan 140 kali lipat dibanding Bangladesh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam solusi telah ditawarkan untuk mengurangi dampak pemanasan global seperti menanam pohon untuk menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara, mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak dapat didaur ulang, mengurangi emisi CFC, dan sebagainya. Alquran lebih jauh membahas solusi permasalahan tersebut dari sikap preventif yaitu dengan tidak berlebih-lebihan atau tidak bersikap boros (Al-Furqan:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pertemuan-pertemuan internasional seharusnya membahas mengenai standar hidup maksimal. Standar hidup maksimal meliputi gaya hidup, pemakaian rumah, penggunaan air, atau yang sejenisnya. Gaya hidup berlebihan seperti memiliki pakaian, sepatu, dan perhiasan yang jumlahnya sangat banyak padahal penggunaannya sangat jarang, perlu dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pesawat jet pribadi yang hanya mengangkut 1 atau 2 orang artis, atau mobil yang hanya berpenumpang 1 atau 2 orang dapat menyebabkan pemborosan sumber energi. Pembangunan rumah yang memiliki kamar sangat banyak padahal hanya digunakan oleh beberapa orang juga perlu dibatasi. Penggunaan air dalam rumah tangga perlu diatur sesuai dengan kebutuhan dasar dan jumlah orang yang ada di rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah mengingatkan kita bahwa apa yang ada di dunia ini akan sirna dan apa yang kita berikan adalah kepunyaan kita sesungguhnya di akhirat. Karena itu, pemilikan atau penggunaan barang yang berlebihan sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Islam menuntun agar setiap manusia lebih banyak memberi daripada memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data World Resources Institute tahun 1994 menunjukkan bahwa pada tahun 1991 AS mengkonsumsi energi hampir tiga kali lipat lebih banyak dari Jepang untuk menghasilkan 1 dolar AS GNP-nya. Dengan penduduk yang hanya 4,6 persen dari penduduk dunia, pada tahun 1991 AS menghasilkan 22 persen emisi global CO2. Dengan pola konsumsi energi sebagai indikator bagi lingkungan yang berkelanjutan, kelahiran bayi di AS menghasilkan 2 kali lipat dampak lingkungan bagi bumi dibandingkan seorang bayi yang lahir di Swedia, 3 kali lipat dibanding di Italia, 13 kali lipat dibanding Brazil, 35 kali dari India, dan 140 kali lipat dibanding Bangladesh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam solusi telah ditawarkan untuk mengurangi dampak pemanasan global seperti menanam pohon untuk menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara, mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak dapat didaur ulang, mengurangi emisi CFC, dan sebagainya. Alquran lebih jauh membahas solusi permasalahan tersebut dari sikap preventif yaitu dengan tidak berlebih-lebihan atau tidak bersikap boros (Al-Furqan:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pertemuan-pertemuan internasional seharusnya membahas mengenai standar hidup maksimal. Standar hidup maksimal meliputi gaya hidup, pemakaian rumah, penggunaan air, atau yang sejenisnya. Gaya hidup berlebihan seperti memiliki pakaian, sepatu, dan perhiasan yang jumlahnya sangat banyak padahal penggunaannya sangat jarang, perlu dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pesawat jet pribadi yang hanya mengangkut 1 atau 2 orang artis, atau mobil yang hanya berpenumpang 1 atau 2 orang dapat menyebabkan pemborosan sumber energi. Pembangunan rumah yang memiliki kamar sangat banyak padahal hanya digunakan oleh beberapa orang juga perlu dibatasi. Penggunaan air dalam rumah tangga perlu diatur sesuai dengan kebutuhan dasar dan jumlah orang yang ada di rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah mengingatkan kita bahwa apa yang ada di dunia ini akan sirna dan apa yang kita berikan adalah kepunyaan kita sesungguhnya di akhirat. Karena itu, pemilikan atau penggunaan barang yang berlebihan sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Islam menuntun agar setiap manusia lebih banyak memberi daripada memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi permasalahan pemanasan global tidak hanya terkait dengan mengubah energi fosil menjadi energi biofuel atau energi alternatif lainnya. Menurut Alquran, semua tindakan berlebihan pada akhirnya akan merugikan manusia. Penggunaan sumber energi massal akan menyebabkan output dalam jumlah massal. Bahan apapun apabila dibuang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cepat, pasti akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu mengubah sumber energi dari energi fosil menjadi energi biofuel tidak menjamin lingkungan akan aman, sebab pembakaran biofuel pasti akan menghasilkan polutan dalam jumlah massal dan dalam waktu yang cepat. Penggunaan energi hendaknya bersumber dari energi yang paling mudah didapatkan, paling murah biayanya, dan paling mudah mengoperasikannya di suatu daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahaya penyeragaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertanian yang dituding menjadi pemicu pemanasan global karena penggunaan pupuk, peptisida, dan konversi lahan dari hutan menjadi pertanian perlu juga dikaji. Sentralisasi yang dilakukan oleh orde baru terhadap pola makan bangsa Indonesia menyebabkan ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras sangat tinggi. Dulu beberapa kelompok masyarakat di Indonesia punya sumber-sumber pangan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya perbedaan sumber makanan itu disyukuri sebagai rahmat dari Allah. Penyeragaman sumber makanan menyebabkan ketergantungan pada sumber tertentu yang belum tentu cocok ditanam di wilayah tertentu sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penyeragaman sumber makanan menyebabkan ekosistem di beberapa daerah berubah karena lahan yang semula tidak diperuntukan dan tidak cocok untuk pertanian, dipaksakan untuk menjadi lahan pertanian. Keanekaragaman hayati di daerah itu pun menjadi terancam musnah. Hewan-hewan yang biasa makan dari hasil hutan terancam punah dan beberapa binatang merusak lahan pertanian karena kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menciptakan alam dengan berbeda-beda jenisnya sesuai dengan keadaan masyarakat. Allah juga telah menciptakan sesuatu sesuai dengan kadarnya. Produksi yang tidak berasal dari daerah setempat, baik bahan mentah maupun sumber daya, akan menyebabkan ketergantungan daerah tersebut pada sumber daya asing. Tambahan lagi produksi massal tentu akan menghasilkan jumlah polutan atau limbah yang massal juga. Sebenarnya alam memiliki kemampuan menyerap polutan yang timbul tetapi apabila jumlahnya banyak dan dalam waktu yang cepat maka alam tentu tidak akan sanggup melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikhtisar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pemanasan global yang kini terjadi, sepenuhnya merupakan dampak dari perilaku berlebih-lebihan manusia di dunia.&lt;br /&gt;- Allah SWT telah menciptakan alam dengan segala keseimbangannya, namun perilaku manusia kemudian merusak keseimbangan itu. - Karena itu, solusi yang ditawarkan Islam untuk menangkal pemanasan global adalah menghentikan gaya hidup yang berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika, Jumat, 7 Desember 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-3330411710866049444?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/3330411710866049444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/islam-melihat-global-warming.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3330411710866049444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3330411710866049444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/islam-melihat-global-warming.html' title='Islam Melihat Global Warming'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_y6VrUVduI/AAAAAAAAANo/yriQdrGH9zQ/s72-c/global_warming_PSA___time_by_pepey.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-8268720170728440086</id><published>2010-05-23T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T23:53:25.756-07:00</updated><title type='text'>10 Tempat Wisata Terancam Punah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_ofAp0GYNI/AAAAAAAAANY/m571Q-uXE7c/s1600/iceberg_melting2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_ofAp0GYNI/AAAAAAAAANY/m571Q-uXE7c/s320/iceberg_melting2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474722393107095762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SANGAT ironis, di zaman ini saat transportasi menjadi hal yang sangat mudah, jumlah tempat menakjubkan di dunia yang dapat dilihat malah semakin berkurang. Situs-situs itu sudah terjamah dengan semakin banyaknya penduduk dunia, pemanasan global, dan pembangunan yang tak sensitif terhadap alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin terancamnya situs-situs tersebut, kami sarankan sebaiknya Anda menaruh mereka di daftar teratas tujuan destinasi wisata Anda sebelum terlambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Gletser Pegunungan Alpen &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pegunungan gletser yang membentang dari Alaska ke Greenland lalu ke Selandia Baru ini terancam akan segera mencair. Para peneliti dari Universitas Innsbruck memprediksi jika cairnya es terus berlanjut, gletser akan menghilang pada 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Populasi Singa Afrika di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada 2006, jumlah 'si Raja Hutan' di Benua Hitam diperkirakan kurang dari 50 ribu saja, padahal 30 tahun lalu jumlahnya mencapai 200 ribu ekor. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab yakni pembunuhan oleh para peternak karena merasa singa telah memakan hewan ternak mereka dan para pemburu yang menjadikan kegiatan berburu singa sebagai olahraga. Belum lagi, singa-singa di taman nasional ini terancam oleh penyakit, ditambah dengan sedikitnya dana dan korupsi oleh para pengurus taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Hutan Kabut Monteverde, Kosta Rika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akibat deforestasi dan perubahan iklim, hutan indah yang berlokasi di Amerika Tengah ini semakin kehilangan pesonanya. Padahal, hutan kabut merupakan rumah bagi 30 jenis burung dan 420 jenis anggrek. Beberapa jenis kodok juga telah hilang, yang paling disayangkan adalah jenis Monteverde harlequin. Bahkan, kabut yang menjadi daya tarik sekaligus memberikan kelembapan bagi tempat ini berkurang perlahan akibat deforestasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Orang Utan di Tanjung Puting, Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan untuk melihat satwa negeri sendiri juga semakin berkurang. Sebanyak 50 ribu orang utan yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalan kini terancam hampir punah. Tidak hanya pembalak liar, para petani kelapa sawit juga telah menghancurkan hutan hujan tropis. Sayangnya, pemerintah kita tidak bertindak tegas terhadap mereka. Padahal sebagai pulau ketiga terbesar di dunia, tak hanya orang utan, di Kalimantan juga merupakan rumah bagi gajah asia dan badak sumatra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Taman Nasional Everglades, Florida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Area yang juga dijuluki sebagai 'sungai rumput' ini ukurannya semakin berkurang setiap tahunnya akibat irigasi, pertanian, dan pembangunan tanpa memedulikan ekosistem air di daerah itu. Padahal, selain memukau, Everglades merupakan rumah bagi berbagai macam hewan, terutama burung. Kini pemandangan indah itu terancam menghilang. Lebih dari separuh lahan Everglades telah musnah. Semoga saja namanya tidak berubah menjadi Neverglades.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Taj Mahal, India&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya Anda mesti memprioritaskan kunjungan wisata ke bangunan ini karena keindahan makam terpopuler sedunia ini terancam hilang akibat kerusakan lingkungan. Jelaga, partikulat, dan hujan asam dari pabrik-pabrik serta kilang di dekatnya menyebabkan warna bagian depan makam yang putih menjadi kuning pucat. Ironis sekali, makam yang didirikan raja pada masa itu untuk mengenang istrinya tercinta tak dapat terpelihara dengan baik kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Beruang Kutub di Antartika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beruang besar putih dan lucu yang biasa kita lihat di iklan Coca Cola ternyata keberadaannya terancam akibat pemanasan global. Hewan yang hidup di laut es Kanada dan Alaska ini mengalami kekurangan suplai makanan. Badan Geologi memperkirakan bila efek pemasanan global terus terjadi di wilayah itu, diperkirakan beruang kutub akan punah pada 2050.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Great Barrier Reef di Queensland, Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Destinasi wisata favorit di Australia sekaligus satu-satunya kumpulan makhluk hidup yang dapat terlihat dari luar angkasa, Great Barrier Reef, secara perlahan mengering akibat tingkat keasaman dan suhu air yang makin tinggi. Naiknya suhu air dapat menyebabkan kumpulan terumbu karang terbesar di dunia ini mengering. Para peneliti mengkhawatirkan pemanasan suhu air ini akan membuat terumbu mengering setidaknya dalam 20 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Rawa Asin di Louisiana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan bertanya, apa sih rawa asin itu? Dan apa kegunaannya? Rawa asin di pinggir pantai Louisiana dan Mississipi berfungsi sebagai penyangga yang melindungi New Orleans serta daerah pesisir lainnya dari bencana seperti badai. Selain sebagai pelindung, rawa-rawa itu juga terlihat indah dan eksotis dengan hadirnya berbagai jenis burung unik. Tapi, akibat pembalakan terhadap pohon-pohon cemara oleh pihak angkatan darat, Louisiana diperkirakan kehilangan lebih dari 25 mil persegi lahan basah setiap tahunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Salju di Kilimanjaro, Tanzania&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kilimanjaro merupakan satu-satunya dari tujuh puncak tertinggi di setiap benua yang dapat didaki. Sayangnya, salju di Kilimanjaro kini semakin berkurang, meski pemanasan global belun dipastikan sebagai penyebab utamanya. Karena itu, banyak orang yang berhasrat mendaki gunung ini sebelum saljunya menghilang, tapi hal itu justru menyebabkan tekanan terhadap gunung itu lebih berat jika dibandingkan dengan daratan Serengeti yang berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2010/04/09/558/2/10-Tempat-Wisata-Terancam-Punah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-8268720170728440086?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/8268720170728440086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/10-tempat-wisata-terancam-punah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8268720170728440086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8268720170728440086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/10-tempat-wisata-terancam-punah.html' title='10 Tempat Wisata Terancam Punah'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_ofAp0GYNI/AAAAAAAAANY/m571Q-uXE7c/s72-c/iceberg_melting2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-2272000651651355357</id><published>2010-05-19T21:29:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T21:41:39.404-07:00</updated><title type='text'>Bahaya Sampah Plastik Bagi Lingkungan dan Kesehatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_S9NWYKIVI/AAAAAAAAANI/NuQq4rAUh88/s1600/sampah-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_S9NWYKIVI/AAAAAAAAANI/NuQq4rAUh88/s320/sampah-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473207484204851538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.&lt;br /&gt;Lalu apakah anda tahu bahaya apa saja yang disebabkan kantong plastik bagi lingkungan hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.&lt;br /&gt;Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!)&lt;br /&gt;Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah plastik dapat menyebabkan perubahan iklim?&lt;br /&gt;Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa solusinya mengatasi sampah kantong plastik?&lt;br /&gt;Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa Negara. Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya pemanasan global. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer.&lt;br /&gt;Apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Jika hanya membeli sedikit, masukan barang belanjaan ke dalam tas. Ingatkan orang rumah atau teman kamu untuk selalu membawa tas kain saat belanja. Hubungi supermarket, mall dan toko buku langganan kamu untuk berhenti memberikan kantong plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti diungkapkan anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik. Jika rumah tangga atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa mengolahnya, di daur ulang, maka pemilahan menjadi langkah kecil terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari usaha dan upaya tersebut, menurut pendapat saya pribadi semuanya akan berpulang kembali kepada individu-individu masing-masing. Dan kesadaran dirilah yang menentukan berjalan atau tidaknya langkah-langkah yang telah di anjurkan.&lt;br /&gt;Saat berbagai Negara mulai melarang dan merespon terhadap bahaya penggunaan kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda malah sudah secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sejumlah Negara mulai mengurangi penggunaan kantong plastik diantaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan. Singapura, sejak April 2007 berlangsung kampanye ‘Bring Your Own Bag’ (bawa langsung kantong anda sendiri), digelar oleh The National Environment Agency (NEA). Dan Pemerintahan China juga telah mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) mengatasi kantong plastik. Dan reaksi yang telah disiapkan antara lain pelarangan penggunaan tas plastik di Departement Store.Para pembeli akan dikenakan bayaran untuk kantong plastik dan akan diberlakukan standardisasi produksi tas plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagaimana dengan Indonesia sendiri? Pemerintah belum secara nyata membuat kebijakan tersebut. Menyadari dengan kondisi Indonesia yang sekarang ini maka terinspirasilah dari berbagai informasi tentang pelarangan penggunaan kantong plastic dari berbagai Negara. Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB sejak sebulan terakhir mulai menjalankan kampanye untuk ‘memusuhi’ kantong plastik, seperti yang dilakukan oleh Negara Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMTL berupaya membangun komunitas yang benar-benar sadar akan bahaya penggunaan plastik secara berlebihan. Acara “Plastic Phobia” yang merupakan rangkaian akhir dari “Anti Plastic Campaign Bag” atau Kampanye Anti Kantong Plastik itu diwarnai oleh “happening art” dan aksi seni instalasi dari mahasiswa Design Grafis ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semangat merubah budaya penggunaan kantong plastik perlu dilakukan dari individu masing-masing. Upaya ini sangat positif untuk menghentikan bencana lingkungan akibat kantong plastik di masa depan” kata Rektor ITB Prof. Dr. Joko Santoso di sela-sela acara kampanye itu. Menurut Joko, sudah selayaknya kawula muda lebih peduli dan ramah kepada lingkungan, karena generasi muda akan menentukan penyelamatan lingkungan di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat, jangan membakar sampah plastik karena jika sampah itu di bakar racun yang ada dalam sampah tersebut akan membuat polusi di udara termasuk pada udara yang kita hirup yang dapat membuat kita sakit. Jangan mengubur sampah plastik karena racun yang ada di dalam sampah akan meresap atau merembes kedalam tanah dan membuat air yang ada dalam tanah akan tercemar begitu juga lingkungan di sekitarnya. Jangan membuang sampah plastik, karena racun yang ada dalam sampah dapat mencemari lingkungan di sekitar kita, makhluk hidup dan lingkungan kita akan mengalami kerusakan dan racun akan terus bertambah dimana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-2272000651651355357?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/2272000651651355357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/bahaya-sampah-plastik-bagi-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/2272000651651355357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/2272000651651355357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/05/bahaya-sampah-plastik-bagi-lingkungan.html' title='Bahaya Sampah Plastik Bagi Lingkungan dan Kesehatan'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S_S9NWYKIVI/AAAAAAAAANI/NuQq4rAUh88/s72-c/sampah-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-8138695613499900394</id><published>2010-03-16T08:04:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T08:06:44.815-07:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global Terbantu Oleh Daur Ulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S5-ecni2xnI/AAAAAAAAANA/xnU15b-54K0/s1600-h/03-PS26-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S5-ecni2xnI/AAAAAAAAANA/xnU15b-54K0/s320/03-PS26-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449248288630294130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Daur ulang menolong mencegah pemanasan global - Bagaimana menjaga agar lingkungan tetap bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin menjaga agar lingkungan tetap bersih maka anda perlu mendaur ulang apapun yang anda bisa. Anda seharusnya menyediakan beberapa kotak sehingga anda dapat meletakkan barang daur ulang anda dalam area yang terpisah. Semua botol air seharusnya dimasukkan ke dalam satu kotak sehingga mempermudah anda untuk membawanya ke pusat daur ulang. Juga anda perlu memastikan bahwa anda mendaur ulang semua barang yang ada karena hal ini akan membantu lingkungan. Banyak orang tidak tahu bahwa anda juga bisa mendaur ulang koran lama anda, anda bisa menghubungi pengumpul daur ulang agar bisa mengambilnya tiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin mencegah pemanasan global maka cobalah daur ulang semua yang anda sudah pakai. Hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah mendidik diri anda sebaik mungkin sehingga anda bisa mendaur ulang semua barang yang ingin anda buang. Mungkin beberapa pakaian lama dapat disumbangkan ke yayasan. Pastikan bahwa anda coba menghindari menggunakan tas plastik dari toko grosir karena plastik lama sekali untuk bisa terurai dengan tanah. Setelah anda memulai sebuah program daur ulang di rumah anda maka anda akan menemukan bahwa hal itu mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa jika anda ingin memperbaiki lingkungan maka anda perlu mendaur ulang semua yang anda bisa. Akan menjadi sesuatu yang bagus jika anda memiliki kotak-kotak khusus untuk menampung tiap barang-barang daur ulang. Setelah anda membuat beberapa langkah kecil ke arah perbaikan lingkungan maka perasaan anda akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber: Bryan Burbank - www.greenuniverse.info/solarpower&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-8138695613499900394?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/8138695613499900394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/03/pemanasan-global-terbantu-oleh-daur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8138695613499900394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8138695613499900394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/03/pemanasan-global-terbantu-oleh-daur.html' title='Pemanasan Global Terbantu Oleh Daur Ulang'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S5-ecni2xnI/AAAAAAAAANA/xnU15b-54K0/s72-c/03-PS26-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-4055390210629728493</id><published>2010-03-16T07:43:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T07:55:30.556-07:00</updated><title type='text'>Kacang Tanah dan Kentang Hadapi Ancaman Kepunahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S5-blHDqqnI/AAAAAAAAAM4/z7HTJnQzBWQ/s1600-h/327606066.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S5-blHDqqnI/AAAAAAAAAM4/z7HTJnQzBWQ/s320/327606066.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449245135993481842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kapanlagi.com - Pemanasan global mungkin menggiring banyak jenis tanaman liar seperti kentang dan kacang tanah menuju kepunahan paling lambat pertengahan abad ini. sehingga menghapuskan ciri khas yang mungkin membantu tanaman modern menghadapi hama atau penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu studi oleh Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR), kelompok ahli di seluruh dunia, mendesak pemerintah agar berbucara lebih banyak untuk melestarikan keluarga tanaman liar di alam dan di pusat pembenihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejumlah spesies liar akan sangat terancam oleh perubahan cuaca --tanaman itu kehilangan daerah yang cocok sebagai habitatnya," kata Annie Lane, satu dari tiga penulis studi yang dikeluarkan pada 22 Mei, Hari Keragaman Hayati Internasional PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 61 % dari 51 spesies kacang tanah liar dan 12 % dari 108 jenis kentang liar yang dipelajari dapat punah dalam 50 tahun mendatang akibat pemanasan global yang oleh banyak pihak dituding bersumber dari gas rumah kaca yang dikeluarkan oleh penggunaan bahan bakar fosil oleh manusia, kata studi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman ketiga yang diteliti, vigna atau cowpea, yang merupakan tanaman pangan penting di Afrika, adalah yang paling ulet dalam model cuaca dengan hanya dua dari 48 jenis liarnya mengahdapi ancaman kepunahan. CGIAR mendukung 15 kelompok penelitian pertanian di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lane, warganegara Australia, mengatakan temuan itu menunjukkan banyak keluarga tanaman liar lain --termasuk gandum, padi, dan sejenis gandum yang dipakai untuk membuat bir-- dapat menghadapi ancaman kepunahan. Tanaman yang tahan terhadap dan berjuang menghadapi perubahan cuaca dapat memperoleh keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang tanah, yang berasal dari Amerika Selatan, menghadapi ancaman kepunahan karena tumbuh di dataran rendah, tempat perubahan cuaca dengan cepat mempengaruhi suatu daerah yang luas. Kacang tanah juga tumbuh di bawah tanah di dekat tanaman induk sehinga kemampuan tanaman itu untuk berpindah terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kentang, yang ditemukan di pegunungan Andes, dapat dengan lebih mudah mengembangkan diri ke atas untuk menemukan temperatur yang lebih dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kentang liar dengan gen yang tahan terhadap penyakit tumbuhan, yang memiliki reputasi buruk karena menimbulkan kelaparan pada 1840-an di Irlandia sehingga menewaskan sebanyak satu juta orang, termasuk di antara jenis yang terancam punah, kata Lane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan PBB tahun ini telah meramalkan makin banyak banjir, kelaparan, gelombang panas dan naiknya permukaan air laut akibat pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan khawatir, misalnya, satu jenis kacang tanah dengan ciri mampu bertahan terhadap serangan serangga mungkin terhapus akibat perubahan cuaca berupa hujan terlalu lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga tanaman liar telah disilangkan dalam beberapa tahun belakangan guna meningkatkan daya tahan terhadap panas pada gandum, daya tahan terhadap panas pada padi atau meningkatkan nilai gizi, seperti kandungan kalsium pada kentang atau kandungan protein pada gandum durum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perkiraan yang dibuat pada awal 1980-an ialah keluarga tanaman liar bernilai us$340 juta di Amerika Serikat saja guna meningkatkan hasil dan kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada kebutuhan mendesak untuk mengidentifikasi dan secara efektif memelihara keluarga tanaman liar yang menghadapi ancaman akibat perubahan cuaca," kata studi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lane mengatakan yang terbaik ialah menemukan daerah terbuka guna memelihara tanaman dengan bank benih sebagai pendukung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-4055390210629728493?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/4055390210629728493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/03/kacang-tanah-dan-kentang-hadapi-ancaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/4055390210629728493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/4055390210629728493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/03/kacang-tanah-dan-kentang-hadapi-ancaman.html' title='Kacang Tanah dan Kentang Hadapi Ancaman Kepunahan'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S5-blHDqqnI/AAAAAAAAAM4/z7HTJnQzBWQ/s72-c/327606066.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-4400075290183253238</id><published>2010-01-15T23:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T23:27:58.626-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Di Ambang Bencana Akibat Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S1FqU02iUdI/AAAAAAAAAMw/XnqV70pHs5E/s1600-h/pemanasan-global12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S1FqU02iUdI/AAAAAAAAAMw/XnqV70pHs5E/s320/pemanasan-global12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427235931975471570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Global sudah kita alami saat ini. Udara panas dan gerah sudah kita rasakan setiap hari. Perubahan iklim yang terjadi telah merubah pola musim panas menjadi semakin panjang, semakin panas dan kering sebagian akibat pengaruh el nino. Sejak era industri, suhu rata-rata permukaan bumi sudah naik setidaknya hampir mencapai 1 derajat Celcius sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui laporan yang dikirim pesawat antariksa ICESat yang digunakan NASA, para ilmuwan menggambarkan, secara keseluruhan es Laut Kutub Utara menipis sebanyak 7 inci (17.78 centimeter) per tahun sejak tahun 2004, sebanyak 2,2 kaki (0,67meter)  selama   empat musim dingin. Temuan dilaporkan pada     ”Journal of Geophysical Research- Ocean“. Tanpa lapisan es, perairan gelap Laut Kutub Utara lebih mudah menyerap panas sinar Matahari dan bukan memantulkannya sebagaimana terjadi pada es yang berwarna cerah, sehingga mempercepat Dampak Pemanasan Global. Dampak lain adalah potensi terlepasnya gas metana beku yang ada di dasar laut sebanyak 400 milyar ton akan menjadikan Pemanasan Global semakin tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi terbaru yang dimuat di Journal of Climate American Meteorogical Society’s melaporkan bahwa: “Temperatur rata-rata permukaan naik 9,3 derajat Fahrenheit (5,2 derajat Celcius) sampai 2100″, kata beberapa ilmuwan di Massasuchusetts Institute of Technology (MIT), dibandingkan studi tahun 2003 yang memperkirakan suhu permukaan rata-rata 4,3 derajat fahrenheit (2,4 derajat Celcius).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia ? Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tentu mudah ditebak akan banyak pulau-pulau kecil yang akan hilang dan tenggelam serta pulau besarnya akan kehilangan kota pesisir dan secara keseluruhan luas daratan akan mengecil. Jika tidak ada tekad dan tindakan aktif dari pemerintah beserta seluruh komponen masyarakat untuk menurunkan atau mereduksi emisi Gas Rumah Kaca, maka pada tahun 2030, kita akan kehilangan sekitar  2000 pulau kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari ini kita: Sayangi Bumi, Ayo tanam pohon hari ini (Public Blog Kompasiana, 5 Juni 2009). Kita dukung program gerakan menanam pohon secara massal (GO GREEN) ataupun program menanam pohon: satu orang satu pohon (ONE MAN ONE TREE), agar konsentrasi CO2 semakin berkurang secara signifikan. Hutan tropis kita harus dijaga, cegah pembalakan liar dan kebakaran hutan, hijaukan kembali hutan-hutan yang sudah rusak atau gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita kurangi konsumsi daging pada pola makan kita !    Dengan mengurangi makan daging seminggu sekali saja kita sudah membantu Gerakan Sayangi Bumi 7,6 kali lebih cepat dibandingkan gerakan hemat energi skala rumah tangga dalam setahun !   Industri peternakan menyumbang 9 % CO2, 65 % N2O dan 37 % NH4 (metana). Perlu diketahui efek rumah kaca N20 adalah 296 kali CO2,   sedangkan metana adalah 25 kali CO2.  Data PBB mencatat industri peternakan adalah penyumbang   Gas Rumah Kaca penyebab  Pemanasan Global terbesar, yaitu 18 % (lebih besar dari gabungan buangan emisi kendaraan motor sedunia yang berjumlah 13,5 %),  oleh karenanya harus dikurangi dan bekas lahannya dijadikan untuk pertanian/perkebunan untuk meningkatkan ketahanan pangan manusia (bukan untuk industri peternakan) atau dihutankan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita lakukan penghematan air, listrik, kertas, plastik dan benda lain yang dipergunakan sehari-hari. Hemat pemakaian bahan bakar fosil untuk kendaraan, kalau memungkinkan ganti dengan sumber energi yang bisa diperbarui serta ramah lingkungan, seperti biofuel. Kita optimalkan pemanfaatan energi yang ramah lingkungan dari alam seperti sinar matahari, angin dan air (mikrohidro) atau pun energi panas bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYO SAYANGI BUMI KITA....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-4400075290183253238?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/4400075290183253238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/01/indonesia-di-ambang-bencana-akibat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/4400075290183253238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/4400075290183253238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2010/01/indonesia-di-ambang-bencana-akibat.html' title='Indonesia Di Ambang Bencana Akibat Pemanasan Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/S1FqU02iUdI/AAAAAAAAAMw/XnqV70pHs5E/s72-c/pemanasan-global12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-5661534290873411132</id><published>2009-09-01T10:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T10:56:54.092-07:00</updated><title type='text'>Pohon Bukan Solusi Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sp1gDeJ8PiI/AAAAAAAAAHA/G263dbanq6k/s1600-h/dampak-pemanasan-global.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sp1gDeJ8PiI/AAAAAAAAAHA/G263dbanq6k/s320/dampak-pemanasan-global.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376559142900874786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dulu dipandang sebagai solusi untuk masalah emisi gas CO2, yakni kemampuan pohon menyerap karbondioksida hasil aktivitas manusia (CO2 antropogenik), kini mulai diragukan "keampuhannya" karena fenomena pemanasan global tetap saja terjadi.&lt;br /&gt;Sebuah penelitian selama 20 tahun yang menganalisa 30 titik di Kutub Utara mendapati bahwa kemampuan pohon menyerap CO2 terus menurun, padahal saat ini berkembang kampanye yang menyebutkan bahwa dengan menanam banyak pohon maka laju perubahan iklim bisa ditekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas karbondioksida yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia biasanya diserap oleh pohon dan laut, untuk kemudian dilepaskan pada masa yang akan datang. Tapi ini bukanlah akhir dari siklus karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari situs warta lingkungan hidup www.enn.com, pohon melepaskan simpanan CO2-nya saat ia membusuk atau terurai. Hal ini kemudian memunculkan siklus karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temperatur yang semakin tinggi akibat perubahan iklim tidak hanya meningkatkan laju pertumbuhan pohon dan tanaman di seluruh dunia, tapi juga memicu emisi CO2 yang berlebihan. Pohon kemudian berubah peran dari penyerap CO2 menjadi produsen gas karbon lewat proses penguraian yang lazim terjadi pada musim-musim akhir pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti terbaru yang dikumpulkan dari seluruh dunia menunjukkan bahwa awal musim dingin terjadi mundur dari biasanya, sementara musim panas datang lebih awal. Di Bumi belahan Utara, temperatur pada musim semi dan musim gugur naik sekitar 1,1 dan 0,8 derajat Celsius dalam kurun waktu sekitar 2 dekade terakhir. Ini artinya musim pertumbuhan pohon semakin lama, dan para ahli menduga hal tersebut sebagai hal yang bagus buat menekan laju perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pertambahan pohon di muka Bumi bisa terlihat dari luar angkasa, citra satelit menunjukkan bahwa luasan hijau semakin besar di permukaan Bumi dari masa sebelumnya. Namun demikian, data terbaru menunjukkan bahwa pola berpikir seperti terlalu menyederhanakan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 30 titik pengamatan yang tersebar di Siberia, Alaska, Kanada, dan Eropa diteliti kadar CO2 di lapisan atmosfernya. Yang dikaji bukan cuma CO2 saat proses fotosintesis tapi juga CO2 yang dilepaskan pohon dan mikroba selama proses respirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti pun memusatkan penelitiannya pada musim gugur, masa ketika hutan berubah peran dari penyimpan karbon menjadi produsen karbon. Dan ternyata, periode mengurainya pohon datang lebih awal dalam satu tahun, di beberapa tempat menunjukkan awal periode terjadi beberapa hari lebih cepat sementara di tempat lain beberapa pekan lebih cepat dari biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa jumlah CO2 di atmosfer bertambah lebih cepat dari perkiraan awal - dengan kata lain laju perubahan iklim akan terus meningkat pada masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), manusia hanya punya waktu 8 tahun untuk mencegah datangnya efek terburuk dari perubahan iklim. Namun waktu dan bukti-bukti ilmiah haruslah dijadikan umat manusia sebagai panduan untuk bertindak, dan tidak ada kata lain solusinya adalah menurunkan emisi gas rumah kaca, menurunkan emisi CO2.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kapanlagi.com&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-5661534290873411132?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/5661534290873411132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/09/pohon-bukan-solusi-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5661534290873411132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5661534290873411132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/09/pohon-bukan-solusi-pemanasan-global.html' title='Pohon Bukan Solusi Pemanasan Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sp1gDeJ8PiI/AAAAAAAAAHA/G263dbanq6k/s72-c/dampak-pemanasan-global.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-303441065639508015</id><published>2009-09-01T10:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T10:48:57.856-07:00</updated><title type='text'>Hujan Asam Menghancurkan Bumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sp1eUHI-muI/AAAAAAAAAG4/0_dYm179Kt4/s1600-h/acid-rain-1a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sp1eUHI-muI/AAAAAAAAAG4/0_dYm179Kt4/s320/acid-rain-1a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376557229757340386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hujan yang normal seharusnya adalah hujan yang tidak membawa zat pencemar dan dengan pH 5,6. Air hujan memang sedikit asam karena H2O yang ada pada air hujan bereaksi dengan CO2 di udara. Reaksi tersebut menghasilkan asam lemah H2CO3 dan terlarut di air hujan. Apabila air hujan tercemar dengan asam-asam kuat, mak pH-nya akan turun dibawah 5,6 maka akan terjadi hujan asam.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hujan asam sebenarnya dapat mencegah global warming, gas buang seperti SO2 penyebab hujan asam mampu memantulkan sinar matahari keluar atmosfer bumi sehingga dapat mencegah kenaikan temperatur bumi. Akan tetapi, efek samping dari hujan asam menghasilkan kerusakan lingkungan yang lebih parah dibandingkan global warming. Sebenarnya “hujan asam” merupakan istilah yang kurang tepat untuk menggambarkan jatuhnya asam-asam dari atmosfer ke permukaan bumi. Istilah yang lebih tepat seharusnya adalah deposisi asam, karena pengendapan asam dari atmosfir ke permukaan bumi tidak hanya melalui air hujan tetapi juga melalui kabut, embun, salju, aerosol bahkan pengendapan langsung. Istilah deposisi asam lebih bermakna luas dari hujan asam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fenomena hujan asam mulai dikenal sejak akhir abad 17, hal ini diketahui dari buku karya Robert Boyle pada tahun 1960 dengan judul “A General History of the Air“. Buku tersebut menggambarkan fenomena hujan asam sebagai “nitrous or salino-sulforus spiris“.&lt;br /&gt;Selanjutnya revolusi industri di Eropa yang dimulai sekitar awal abad ke 18 memaksa penggunaan bahan bakar batubara dan minyak sebagai sember utama energi untuk mesin-mesin. Sebagai akibatnya, tingkat emisi precursor (faktor penyebab) dari hujan asam yakni gas-gas SO2, Nox dan HCl meningkat. Padahal biasanya precussor ini hanya berasal dari gas-gas gunung berapi dan kebakaran hutan.&lt;br /&gt;Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1872 pada saat menguraikan keadaan di Menchester, sebuah daerah industri di Inggris bagian utara. Smith menjelaskan fenomena hujan asam pada bukunya yang berjudul “Air and Rain: The Beginnings of Chemical Technology“.&lt;br /&gt;Masalah hujan asam dalam skala yang cukup besar pertama terjadi pada tahun 1960-an ketika sebuah danau di Skandinavia meningkat keasamannya hingga mengakibatkan berkurangnya populasi ikan. Hal tersebut juga terjadi di Amerika Utara, pada masa itu pula banyak hutan-hutan di bagian Eropa dan Amerika yang rusak. Sejak saat itulah dimulai berbagai usaha penaggulangannya, baik melalui bidang ilmu pengetahuan, teknis maupun politik.&lt;br /&gt;Pada tahun 1970 US mulai mengontrol emisi SO2 dan Nox dengan peraturan pemerintah Clean Air Act. Peraturan ini menentukan standar polutan dari kendaraan bermotor dan industri. Pada tahun 1990 Congress menyetujui amandemen untuk lebih memperketat kontrol emisi yang menyebabkan hujan asam. Amandemen tersebut tercatat mempu mengurangi pengeluaran SO2 dari 23,5 juta ton menjadi sekitar 16 juta ton. US juga merencanakan untuk mengurangi emisi Nox hingga 5 juta ton pada tahun 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-303441065639508015?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/303441065639508015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/09/hujan-asam-menghancurkan-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/303441065639508015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/303441065639508015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/09/hujan-asam-menghancurkan-bumi.html' title='Hujan Asam Menghancurkan Bumi'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sp1eUHI-muI/AAAAAAAAAG4/0_dYm179Kt4/s72-c/acid-rain-1a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-7287383702242127210</id><published>2009-08-31T09:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T09:39:27.888-07:00</updated><title type='text'>Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Spv7iPOD36I/AAAAAAAAAFY/Ij6r-UG_DAY/s1600-h/erk.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 308px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Spv7iPOD36I/AAAAAAAAAFY/Ij6r-UG_DAY/s320/erk.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376167145816448930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah.  Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya (MenLH, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi –disebut gas rumah kaca, sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut. &lt;br /&gt;Peristiwa alam ini menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak ditempati manusia, karena jika tidak ada ERK maka suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. GRK yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubahnya komposisi GRK di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh GRK tadi. Meningkatnya jumlah emisi GRK di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian dikenal dengan Pemanasan Global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.&lt;br /&gt;Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan terjadinya kenaikan suhu, mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan laut, bergesernya garis pantai, musim kemarau yang berkepanjangan, periode musim hujan yang semakin singkat, namun semakin tinggi intensitasnya, dan anomaly-anomali iklim seperti El Nino – La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD). Hal-hal ini kemudian akan menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau dan berkurangnya luas daratan, pengungsian besar-besaran, gagal panen, krisis pangan, banjir, wabah penyakit, dan lain-lainnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-7287383702242127210?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/7287383702242127210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/08/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/7287383702242127210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/7287383702242127210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/08/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan.html' title='Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Spv7iPOD36I/AAAAAAAAAFY/Ij6r-UG_DAY/s72-c/erk.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-3111910952353670131</id><published>2009-05-24T22:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T23:05:06.355-07:00</updated><title type='text'>30 Penyakit Muncul Akibat Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sho06q8iMKI/AAAAAAAAAFI/bCy_t--l5x8/s1600-h/2291730004_aa1ea555d2_o.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sho06q8iMKI/AAAAAAAAAFI/bCy_t--l5x8/s320/2291730004_aa1ea555d2_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339638490766389410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Berdasarkan Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) sepanjang tahun 1976-2008, sebanyak 30 penyakit baru muncul akibat perubahan iklim dan pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup, Amanda Katil Niode di sela-sela penganugerahan Raksaniyata 2008 di Jakarta, Jumat mengatakan, munculnya penyakit ini karena temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang paling jelas kelihatan penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, masalah kesehatan akibat pemanasan global memang sangat dirasakan parahnya oleh negara-negara berkembang yang sebagian masih miskin, karena minimnya dana sehingga tak mampu lagi melaksanakan berbagai program persiapan dan tanggap darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim terhadap kesehatan manusia itu, tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing-masing negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya itu baru akan berhasil jika dilakukan melalui kerjasama global, seperti misalnya meningkatkan pengawasan dan pengendalian penyakit-penyakit infeksi, memastikan penggunaan air tanah yang kian surut, dan mengkoordinasikan tindakan kesehatan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu semua penting dilakukan, karena perubahan iklim jelas-jelas akibat dari kegiatan manusia yang tak peduli terhadap keseimbangan alam, yang kemudian berimplikasi serius terhadap kesehatan publik," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyebabkan gangguan kesehatan, perubahan iklim juga mengakibatkan berbagai bencana alam yang sangat besar. Sepanjang tahun 2006 telah terjadi 390 bencana besar di dunia yang banyak menelan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amerika Serikat paling banyak terjadi bencana dibanding negara-negara lain, tetapi untuk jumlah korban paling banyak saat tsunami terjadi di Aceh pada 2004 lalu," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, kata dia, bencana alam banyak terjadi akibat kesadaran masyarakat yang lemah, seperti pembalakan liar, kebakaran hutan, dan pembuangan karbon dioksida (CO2). Agar bencana alam dapat diminimalisir diperlukan sinkronisasi antara pemerintah, dunia usaha dan individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-3111910952353670131?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/3111910952353670131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/05/30-penyakit-muncul-akibat-pemanasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3111910952353670131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3111910952353670131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/05/30-penyakit-muncul-akibat-pemanasan.html' title='30 Penyakit Muncul Akibat Pemanasan Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sho06q8iMKI/AAAAAAAAAFI/bCy_t--l5x8/s72-c/2291730004_aa1ea555d2_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-7270627626459836913</id><published>2009-05-13T00:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T00:35:37.889-07:00</updated><title type='text'>Teknologi Pengecetan Radiasi Lebih Ramah Lingkungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sgp36AIwwcI/AAAAAAAAAEQ/GP-EOzaa3bQ/s1600-h/1569086123_60f4124e4f.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sgp36AIwwcI/AAAAAAAAAEQ/GP-EOzaa3bQ/s320/1569086123_60f4124e4f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335208546926641602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi radiasi nuklir ternyata dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pelapisan permukaan. Pemanfaatan teknologi tersebut bahkan dinilai ramah lingkungan dan jauh lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi yang dipakai dalam proses pelapisan produk industri adalah radiasi untraviolet (UV) dan berkas elektron. Komponen utama bahan kimia pelapis pada proses konvensional terdiri dari komponen pembentuk lapisan (film forming components) dan komponen pembantu (auxiliary components). Sedangkan bahan pelapisan dengan pemadatan secara radiasi terdiri dari resin (prapolimer/oligomer tak jenuh), monomer, dan aditif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian di atas merupakan bagian dari orasi Sugiarto Danu dalam rangka pengukuhannya sebagai Profesor Riset bidang Polimerisasi Radiasi di Gedung Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Jakarta, Senin (20/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Proses pelapisan ini diaplikasikan untuk berbagai produk industri, misalnya bahan bangunan seperti cat, mebel, otomotif, peralatan rumah tangga dan barang-barang cetakan," kata Sugiarto yang adalah ahli peneliti utama bidang polimerisasi radiasi di BATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi radiasi ini tidak mencemarkan lingkungan karena bahan pelarut yang pelapisnya tidak menggunakan bahan pelarut yang mudah menguap sehingga menimbulkan pencemaran udara. Sedangkan efisiensinya, katanya, ditunjukkan dengan pemadatan yang sangat cepat sehingga kapasitas produksi jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki era globalisasi dan kesadaran yang semakin tinggi tentang pentingnya lingkungan, berhasil memberikan dorongan untuk meluaskan penggunaan teknologi ini di masa datang, ungkap Sugiarto yang judul orasinya Status dan Perkembangan Aplikasi Teknologi Radiasi untuk Pelapisan Permukaan berbagai Produk Industri di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-7270627626459836913?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/7270627626459836913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/05/teknologi-pengecetan-radiasi-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/7270627626459836913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/7270627626459836913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/05/teknologi-pengecetan-radiasi-lebih.html' title='Teknologi Pengecetan Radiasi Lebih Ramah Lingkungan'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/Sgp36AIwwcI/AAAAAAAAAEQ/GP-EOzaa3bQ/s72-c/1569086123_60f4124e4f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-1899339790362237897</id><published>2009-04-01T09:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T09:20:05.845-07:00</updated><title type='text'>14 Negara Pulau Terancam Hilang, Ekonomi Hijau untuk Dorong Ekonomi Global</title><content type='html'>Tanpa upaya mereduksi emisi gas-gas rumah kaca - terutama karbon dioksida - ke atmosfer, dalam jangka panjang bukan hanya pola iklim dan siklus hidup berubah. Hilangnya ribuan pulau, termasuk 14 negara pulau di muka bumi ini, akan mengubah peta dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana ini disebabkan naiknya permukaan laut karena mencairnya es di kutub. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dalam pidato kunci pada Pertemuan Ke-25 Dewan Pengarah (Governing Council) Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) di Nairobi, Kenya, Senin (16/2), mengingatkan kembali dampak global dari perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran gas-gas rumah kaca telah berdampak nyata pada naiknya suhu muka laut, mencairnya es di kutub, naiknya tinggi muka laut, tenggelamnya pulau-pulau, serta hancurnya terumbu karang akibat pengasaman dan melemahnya ketahanan pangan dari laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dalam pertemuan yang dihadiri delegasi dari 136 negara itu, Freddy mengajak UNEP mengangkat isu laut dan perubahan iklim serta mengundang dunia untuk bersama-sama hadir di World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado untuk menyepakati Manado Ocean Declaration (MOD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan yang akan berlangsung hingga Jumat, delegasi RI dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, beranggotakan Gubernur Sulut sebagai Wakil Ketua Panitia WOC Sinyo H Sarundajang, Sesmenko Kesra/Sekretaris WOC Indroyono Soesilo, Dubes RI di Kenya Budi Bowoleksono, Deputi II Menneg LH Masnellyarti Hilman, Dirjen Multilateral Deplu Rezlan Jenie, dan Kepala BRKP-DKP Gelwyn Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target delegasi Indonesia adalah melaporkan persiapan WOC, Coral Triangle Initiative Summit, dan draf MOD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil menyampaikan pidato kunci lainnya, yaitu Menteri Pertanian Belanda Gerda Verburg dan Inspektur United Nations System Tadanori Inamata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau tenggelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indroyono Soesilo menambahkan, di antara peserta pertemuan hadir delegasi dari Small Islands Development State (SIDS) yang menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam WOC 2009. Mereka akan mendukung MOD sebagai upaya untuk mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan dari 44 anggota SIDS, 14 negara kecil di antaranya terancam hilang akibat naiknya permukaan laut, antara lain beberapa negara pulau di Samudra Pasifik, yaitu Sychelles, Tuvalu, Kiribati, dan Palau, serta Maladewa di Samudra Hindia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pemanasan global, minimal 18 pulau di muka bumi ini telah tenggelam, antara lain tujuh pulau di Manus, sebuah provinsi di Papua Niugini. Kiribati, negara pulau yang berpenduduk 107.800 orang, sekitar 30 pulaunya saat ini sedang tenggelam, sedangkan tiga pulau karangnya telah tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maladewa yang berpenduduk 369.000 jiwa, presidennya telah menyatakan akan merelokasikan seluruh negeri itu. Sementara itu, Vanuatu yang didiami 212.000 penduduk, sebagian telah diungsikan dan desa-desa di pesisir direlokasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ancaman nyata itu, delegasi dari negara kepulauan tersebut serta Aljazair dan Tanzania sangat mendukung WOC dan akan hadir di Manado, mengingat negara tersebut terancam hilang dari muka bumi ini akibat perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sendiri berpotensi kehilangan 2.000-an pulau pada tahun 2030 bila tidak ada program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ujar Indroyono, yang juga mantan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu UNEP mengusung tema ”Green is the New Deal”. Meski dunia tengah didera krisis finansial, krisis lingkungan akibat perubahan iklim tetap lebih parah dampaknya. Karena itu, UNEP memperkenalkan green economy, termasuk ketahanan pangan, biofuel, dan berupaya terus mengangkat isu kelautan ke dalam program UNEP, kata Indroyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif UNEP Ahiem Steiner dalam sambutannya juga menyatakan mendukung WOC dan memberikan komitmennya akan membawa hasil-hasil WOC dan MOD pada COP-15 UNFCCC yang akan diadakan di Kopenhagen, Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-1899339790362237897?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/1899339790362237897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/04/14-negara-pulau-terancam-hilang-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/1899339790362237897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/1899339790362237897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/04/14-negara-pulau-terancam-hilang-ekonomi.html' title='14 Negara Pulau Terancam Hilang, Ekonomi Hijau untuk Dorong Ekonomi Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-7515328945195922984</id><published>2009-03-17T23:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T00:05:16.433-07:00</updated><title type='text'>Sampah Plastik Terus Menggunung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/ScCc6KFZbcI/AAAAAAAAAEI/lcrJx9xZocA/s1600-h/img_2031-medium.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/ScCc6KFZbcI/AAAAAAAAAEI/lcrJx9xZocA/s320/img_2031-medium.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314420083250523586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu bulan, paling tidak saya berbelanja ke supermarket sebanyak dua kali. Jika dalam sekali belanja saya mendapatkan dua buah kantong plastik, maka saya paling tidak menyumbang empat kantong plastik dalam sebulan. Ini tentu jumlah yang minim alias terlalu sedikit. Nyatanya saya masih membuang lebih banyak lagi sampah plastik. Bayangkan saja bahwa gelas air minum, pembungkus snack, botol shampoo, pembungkus sabun, aneka peralatan rumah tangga yang rusak… semuanya terbuat dari plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar banyak jumlah sampah plastik yang kita hasilkan setiap hari. Sekedar sebagai informasi saja bahwa sampah plastik dari sektor pertanian saja setiap tahun mencapai 100 juta ton. Dengan jumlah sebanyak itu kita bisa membungkus bola bumi yang kita tinggali ini sepuluh kali lipat. Wow, benar-benar jumlah yang amat berlebihan mengingat angka di atas barulah sampah dari sektor pertanian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar prihatin jika melihat angka itu. Keprihatinan ini makin bertambah tatkala kita menyadari bahwa plastik sebenarnya mempunyai efek yang tidak baik bagi tubuh kita. Jika dibuang, plastik tidak akan terdegradasi oleh bakteri. Jika dibakar pun plastik akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, nampaknya saya tidak bisa berkelit dari masalah ini. Saat berbelanja di supermarket saya selalu membungkus barang belanjaan dengan plastik. Tidak ada pilihan bagi saya untuk meminta barang-barang itu dibukungkus menggunakan kantong kertas seperti di luar negeri itu. Bahkan, membayar pun pakai “uang plastik” juga. Benar-benar hidup ini sudah dipenuhi dengan plastik, ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-7515328945195922984?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/7515328945195922984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/03/sampah-plastik-terus-menggunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/7515328945195922984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/7515328945195922984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/03/sampah-plastik-terus-menggunung.html' title='Sampah Plastik Terus Menggunung'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/ScCc6KFZbcI/AAAAAAAAAEI/lcrJx9xZocA/s72-c/img_2031-medium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-1836367971175195850</id><published>2009-03-13T00:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T00:14:24.699-07:00</updated><title type='text'>Dampak Pemanasan Global Mengerikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SboHqjt313I/AAAAAAAAAEA/OFueekOD_xg/s1600-h/sink-or-swim_700.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SboHqjt313I/AAAAAAAAAEA/OFueekOD_xg/s320/sink-or-swim_700.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312567138160465778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Demikian salah satu pernyataan dalam laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diumumkan  di Valencia, Sabtu (19/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menantang pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan aksi nyata mengatasi ancaman tersebut. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim di Bali yang akan digelar awal Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat mendesak, usaha global harus dilakukan," ujar Ban Ki-Moon, Sekretaris Jendral PBB. Ia berharap para pengambil kebijakan dari seluruh dunia dapat merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim yang akan digelar di Bali mulai 3 Desember 2007.&lt;br /&gt;Laporan tersebut menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-1836367971175195850?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/1836367971175195850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/03/dampak-pemanasan-global-mengerikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/1836367971175195850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/1836367971175195850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/03/dampak-pemanasan-global-mengerikan.html' title='Dampak Pemanasan Global Mengerikan'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SboHqjt313I/AAAAAAAAAEA/OFueekOD_xg/s72-c/sink-or-swim_700.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-4111535716148799874</id><published>2009-03-12T23:45:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T23:59:51.108-07:00</updated><title type='text'>10 Gejala Pemanasan Global</title><content type='html'>Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *  Kebakaran hutan besar-besaran&lt;br /&gt;Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *  Situs purbakala cepat rusak&lt;br /&gt;Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ketinggian gunung berkurang&lt;br /&gt;Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *  Satelit bergerak lebih cepat&lt;br /&gt;Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *  Hanya yang Terkuat yang Bertahan&lt;br /&gt;Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pelelehan Besar-besaran&lt;br /&gt;Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Keganjilan di Daerah Kutub&lt;br /&gt;Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara&lt;br /&gt;Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi&lt;br /&gt;Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Peningkatan Kasus Alergi&lt;br /&gt;Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan secara bebas dari www.livescience.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-4111535716148799874?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/4111535716148799874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/03/10-gejala-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/4111535716148799874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/4111535716148799874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/03/10-gejala-pemanasan-global.html' title='10 Gejala Pemanasan Global'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-3116060177876138900</id><published>2009-02-21T22:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T22:43:33.959-08:00</updated><title type='text'>Efek Rumah Kaca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SaDz06CEesI/AAAAAAAAAB4/pdIURZlKraU/s1600-h/greenhouseeffect.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SaDz06CEesI/AAAAAAAAAB4/pdIURZlKraU/s320/greenhouseeffect.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305508451299130050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB :&lt;br /&gt;Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMPAK PEMANASAN GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Mekanisme terjadinya efek rumah kaca adalah sebagai berikut (gambar 1). Bumi secara konstan menerima energi, kebanyakan dari sinar matahari tetapi sebagian juga diperoleh dari bumi itu sendiri, yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif (Holum, 1998:237). Sinar tampak dan sinar ultraviolet yang dipancarkan dari matahari. Radiasi sinar tersebut sebagian dipantulkan oleh atmosfer dan sebagian sampai di permukaan bumi. Di permukaan bumi sebagian radiasi sinar tersebut ada yang dipantulkan dan ada yang diserap oleh permukaan bumi dan menghangatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKIBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-3116060177876138900?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/3116060177876138900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/efek-rumah-kaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3116060177876138900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3116060177876138900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/efek-rumah-kaca.html' title='Efek Rumah Kaca'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SaDz06CEesI/AAAAAAAAAB4/pdIURZlKraU/s72-c/greenhouseeffect.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-8317094010135120260</id><published>2009-02-16T18:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T18:54:57.487-08:00</updated><title type='text'>Sekolah Naik Sepeda, Kenapa Tidak?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZom39eee-I/AAAAAAAAABY/UiL_eEtfeKA/s1600-h/btww-art-karen-knorowski.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZom39eee-I/AAAAAAAAABY/UiL_eEtfeKA/s320/btww-art-karen-knorowski.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303594254019230690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pergi sekolah dengan menggunakan sepeda ialah salah satu cara untuk mencegah pemanasan global. Dengan bersepeda juga dapat membuat udara sekitar segar dan bebas polusi. Coba kita intip kota Jakarta yang begitu padat dengan ratusan ribu kendaraan yang memadati jalanan tiap hari, tetapi di hari tertentu seperti hari minggu orang sana masih dapat menikmati udara segar yang bebas polsi hingga pukul 09.00 tepatnya di sekitar bundaran HI. Ini disebabkan karena masyarakatnya banyak yang antusias dengan car free day , sehingga mereka dapat bersepeda dengan bebas dan dapat menghirup udara segar yang tidak dapat mereka nikmati tiap hari.  Selain itu bersepeda dapat menyehatkan tubuh kita dan juga membuat proses berpikir kita lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali anak sekolah zaman sekarang yang pergi sekolah menggunakan kendaraan pribadinya dari sepeda motor hingga mobil, dan jarang sekali kita lihat anak yang menggunakan sepeda. Nah dari sekian ribu siswa yang menggunakan kendaran bermotor pribadinya turut menyumbang polusi yang cukup besar ke udara, dan juga menyababkan kepadatan lalu lintas yang berujung pada timbulnya kemacetan. Coba kita bayangkan misalnya 35% saja anak sekolah di kota Bandung dari SD hingga SMA pergi sekolah menggunakan sepeda, mungkin dapat mengurangi tingkat polusi walaupun tidak terlalu signifikan. Bersepeda juga baiknya tidak hanya dilakukan untuk ke sekolah atau ke kantor, tetapi ke tempat yang ingin kita kunjungi yang jaraknya tidak jauh, lumayan kan dari hal seperti itu saja kita dapat mengurangi polusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik kelebihan bersekolah menggunakan sepeda adapun beberapa kendala yang menyebabkan para siswa malas untuk menggunkan sepeda ke sekolah. Yang paling utama mungkin jarak anatara rumah dan sekolah yang cukup jauh. Jarak yang cukup jauh ini dapat membuat siswa sudah kelelahan selama diperjalan baik berangkat maupun pulang. Faktor yang kedua mungkin karena gengsi para pelajar yang saat ini terlalu tinggi, yang menginginkan berangkat sekolah diantar kendaraan pribadinya ataupun membawa kendaraan pribadinya ke sekolah. Mungkin dari tulisan saya diatas kita dapat menginspirasi anda untuk bersepeda kembali dalam rangka mencegah pemanasan global, ayo kita mulai dari diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Ilham Fauzan, XF&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-8317094010135120260?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/8317094010135120260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/sekolah-naik-sepeda-kenapa-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8317094010135120260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/8317094010135120260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/sekolah-naik-sepeda-kenapa-tidak.html' title='Sekolah Naik Sepeda, Kenapa Tidak?'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZom39eee-I/AAAAAAAAABY/UiL_eEtfeKA/s72-c/btww-art-karen-knorowski.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-9006725077446322613</id><published>2009-02-16T18:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T18:47:20.660-08:00</updated><title type='text'>Vegetarian: Cara Tercepat Mengurangi Pemanasan Global Hingga 80%</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZolD1mAqPI/AAAAAAAAABQ/mmb4501TC3o/s1600-h/energi-fosil-untuk-daging.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZolD1mAqPI/AAAAAAAAABQ/mmb4501TC3o/s320/energi-fosil-untuk-daging.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303592259038521586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini: Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bus dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda. Yaitu daging!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi Anda hal ini sangat berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa laporan ini bukan dirilis oleh sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak kompeten, ataupun peneliti dari tingkat universitas lokal. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melalui FAO (Food and Agriculture Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian). Tentu agak sulit membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang terlahir dari telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil dibandingkan luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar pada perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar biasa banyak. Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar hewan darat setiap tahunnya (tidak termasuk ikan dan hewan laut lainnya). Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan dengan seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu Anda membayangkan bagaimana sektor peternakan bisa menghasilkan emisi yang begitu besar, simaklah beberapa poin berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemeliharaan hewan ternak memerlukan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, dll. Salah satu inefisiensi listrik terbesar adalah dari mesin-mesin pendingin untuk penyimpanan daging. Baik yang ada di peternakan maupun yang ada di titik-titik perhentian (distributor, pengecer, rumah makan, pasar, dll) sebelum daging tersebut tiba di rumah/piring makan Anda. Anda tentu tahu bahwa mesin-mesin pendingin adalah peralatan elektronik yang sangat boros listrik/energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Transportasi yang digunakan, baik untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukung peternakan lainnya (obat-obatan dll) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari pakan ternak hingga obat-obatan dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan. Mungkin sepintas terlihat seperti pendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah Anda membayangkan berapa banyak lagi emisi yang dihasilkan tiap industri pendukung tersebut? Perekonomian yang maju tidak ada lagi artinya kalau planet kita hancur! Masih banyak sektor-sektor industri ramah lingkungan yang bisa dikembangkan di dunia ini. Jadi mengapa harus mengembangkan sektor yang membahayakan kehidupan kita semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peternakan membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Demi pembukaan lahan peternakan, begitu banyak hutan hujan yang dikorbankan. Hal ini masih diperparah lagi dengan banyaknya hutan yang juga dirusak untuk menanam pakan ternak tersebut (gandum, rumput, dll). Padahal akan jauh lebih efisien bila tanaman tersebut diberikan langsung kepada manusia. Peternakan sapi saja telah menyedot makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Lebih dari jumlah populasi manusia di dunia. KELAPARAN DUNIA TIDAK AKAN TERJADI JIKA SEMUA ORANG BERVEGETARIAN. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seorang vegetarian menyelamatkan hingga setengah hektar pepohonan setiap tahunnya! Hutan hujan tropis mengalami penggundulan besar-besaran untuk menyediakan lahan peternakan. Lima puluh lima kaki persegi hutan tropis dihancurkan hanya untuk menghasilkan satu ons burger! Perusakan hutan sama dengan memperparah efek pemanasan global karena CO2 yang tersimpan dalam tanaman akan terlepaskan ke atmosfer bersamaan dengan matinya tanaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hewan-hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan. Sapi secara alamiah akan melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna makanan (kita mengenalinya sebagai bersendawa—glegekan kata orang jawa). Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2. Dan miliaran hewan-hewan ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan proses ini yang pada akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan. Tidak kurang dari 100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang notabene 300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Pertanyaannya adalah: Memangnya seberapa banyak kotoran ternak yang ada? Di Amerika Serikat saja, hewan ternak menghasilkan tidak kurang dari 39,5 ton kotoran per detik! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut di seluruh dunia! Jumlah yang luar biasa besar itu membuat sebagian besar kotoran tidak dapat di proses lebih lanjut menjadi pupuk atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern adalah membuangnya ke sungai atau ke tempat-tempat lain yang akhirnya meracuni tanah dan sumber-sumber air. Kontribusi gas NO dari sektor peternakan sangatlah signifikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metana dan Nitro Oksida yang berasal Dari sistem pencernaan dan kotoran hewan menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih hebat dari semua mobil,kereta api, dan pesawat digabungkan&lt;br /&gt;Lakukanlah sesuatu! JADILAH VEGETARIAN! Inilah hal yang TERBAIK yang bisa Anda lakukan bila Anda ingin menyumbangkan sesuatu bagi usaha dunia mengerem pemanasan global, disamping dari segala penghematan listrik dan energi yang Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Universitas Chicago telah menunjukkan bahwa seorang vegetarian dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,5 ton setiap tahunnya! Jumlah ini bahkan lebih banyak dari mengganti mobil Anda dengan Toyota Prius yang hanya menghemat 1 ton emisi karbon setiap tahunnya. Beberapa media massa luar negeri bahkan menyebut “Vegetarian is the new Prius!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubah menjadi vegetarian tidak membutuhkan biaya apa-apa, bahkan menghemat anggaran belanja Anda. Bandingkan dengan membeli mobil ramah lingkungan yang harganya sangat mahal dan hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit. Janganlah berpikir bahwa Anda sendirian tidak akan dapat membuat perbedaan karena masih banyak orang di luar sana yang masih melakukannya. Jadilah contoh bagi mereka. Informasi dan contoh nyata dari satu orang dapat menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang lainnya. Ini bukanlah candaan ataupun pujian yang dibuat-buat: Tetapi Andalah calon-calon penyelamat dunia ini dengan pilihan dan tindakan Anda yang akan menginspirasi orang-orang lainnya. Seribu orang yang beralih ke pola makan vegetarian sama dengan pengurangan 1.500 ton emisi karbon per tahun. Bila 10% saja dari penduduk Indonesia bervegetarian, kita telah mengurangi sedikitnya 30 juta ton emisi karbon per tahun! Suatu angka penghematan yang sangat fantastis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan bervegetarian saat ini bukan lagi hanya karena Anda sok baik/peduli pada nasib hewan. Bukan hanya karena Anda sok suci/spiritual. Bukan juga hanya karena Anda peduli pada kesehatan Anda, tetapi lebih dari itu: Anda ingin hidup lebih lama di planet ini dan Anda ingin mewariskan masa depan yang layak bagi Anak cucu Anda kelak! Entah apa yang akan dipikirkan oleh anak cucu kita ketika mereka tahu bahwa masa suram yang mereka jalani di masa depan adalah buah dari ketidakpedulian orang tua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubahlah! apalah artinya mengganti sepotong empal dengan sepotong tahu, bila hal ini berhubungan langsung dengan keselamatan Anda, dan juga masa depan anak cucu Anda. Sesederhana itu untuk menyelamatkan dunia: Lepaskanlah daging dari piring makan Anda! Mulai sekarang, ketika Anda merasa cuaca sangat panas, atau ketika Anda melihat berita bencana alam yang mengerikan di TV atau di koran pagi ini, renungkanlah kembali apa yang baru saja Anda makan tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: The New York Times, tanggal 27 Januari 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-9006725077446322613?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/9006725077446322613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/vegetarian-cara-tercepat-mengurangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/9006725077446322613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/9006725077446322613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/vegetarian-cara-tercepat-mengurangi.html' title='Vegetarian: Cara Tercepat Mengurangi Pemanasan Global Hingga 80%'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZolD1mAqPI/AAAAAAAAABQ/mmb4501TC3o/s72-c/energi-fosil-untuk-daging.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-5549848668010727723</id><published>2009-02-16T05:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T05:06:59.571-08:00</updated><title type='text'>MENCARI SOLUSI PENCEGAHAN ABRASI PANTAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZlkfRkifUI/AAAAAAAAAA4/52fiehCj2J0/s1600-h/bakauwd4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZlkfRkifUI/AAAAAAAAAA4/52fiehCj2J0/s320/bakauwd4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303380524660849986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MENURUT Sunarto, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, abrasi sebenarnya merupakan peristiwa terkikisnya alur-alur pantai akibat gerusan air laut. Pengikisan ini terjadi karena permukaan air laut mengalami peningkatan. Naiknya permukaan air laut bisa disebabkan mencairnya es di daerah censor akibat pemanasan global. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan hutan bakau atau mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus hutan mangrove? Karena mangrove yang ditanam di pinggiran pantai, akar-akarnya mampu menahan ombak sehingga menghambat terjadinya pengikisan pantai. Abrasi pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi menyempit, bila dibiarkan bisa menjadi lebih berbahaya. Demikian juga dengan pemukiman penduduk yang berada di areal pantai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak penduduk akan kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka terkena dampak abrasi. Contohnya rumah penduduk di Desa Penibung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak, yang sangat mengharapkan pembangunan balok pemecah ombak," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, lanjutnya, abrasi bisa disebabkan adanya arus gelombang yang terjadi akibat pasang surut air laut, sehingga lama-kelamaan mengikis tepian pantai. Selain itu, abrasi juga bisa disebabkan faktor pemanasan global yang mengakibatkan suhu di permukaan bumi meningkat, sehingga membuat permukaan air di seluruh dunia meningkat dan kemudian merendam daerah yang permukaannya rendah. Dari dua faktor penyebab abrasi itu, pembabatan hutan mangrove disekitar pantai merupakan penyebab yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi persoalan abrasi ini, pemerintah bersama masyarakat telah membangun pemecah ombak serta melakukan penghijauan hutan mangrove di sekitar pantai yang terkena ancaman abrasi. Untuk membangun pemecah ombak, sudah tentu memerlukan biaya sangat mahal. Tak hanya itu saja, pembangunannya juga memerlukan waktu serta biaya yang tidak murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana solusinya? Jawabnya tentu saja dengan mengembangkan serta mengembalikan fungsi hutan mangrove. Tapi, persoalan baru pun muncul. Ternyata, tanaman mangrove hanya dapat tumbuh pada tanah gambut yang berlumpur. Hal ini tentu saja menjadi persoalan tersendiri bagi kawasan pantai di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya perairannya diselimuti pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mangrove akan sulit tumbuh di daerah berpasir. Untuk itu, satu-satunya cara untuk menyelamatkan daratan dari ancaman abrasi pantai adalah dengan memasang pemecah ombak. Setelah itu, di balik pemecah ombak ditanami mangrove. Dengan demikian, tingkat kegagalan tumbuh dari mangrove dapat dikurangi ," terang Sunarto lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Pontianak Post&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-5549848668010727723?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/5549848668010727723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/mencari-solusi-pencegahan-abrasi-pantai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5549848668010727723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/5549848668010727723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/mencari-solusi-pencegahan-abrasi-pantai.html' title='MENCARI SOLUSI PENCEGAHAN ABRASI PANTAI'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZlkfRkifUI/AAAAAAAAAA4/52fiehCj2J0/s72-c/bakauwd4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-217976621545311970</id><published>2009-02-14T08:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T08:18:54.548-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZbuICr17sI/AAAAAAAAAAw/Ow0SNO-ghsk/s1600-h/gogreenindonesia2_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 220px; height: 293px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZbuICr17sI/AAAAAAAAAAw/Ow0SNO-ghsk/s320/gogreenindonesia2_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302687433202462402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-217976621545311970?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/217976621545311970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/217976621545311970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/217976621545311970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/blog-post.html' title=''/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZbuICr17sI/AAAAAAAAAAw/Ow0SNO-ghsk/s72-c/gogreenindonesia2_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-3245193355252749581</id><published>2009-02-14T08:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T08:14:13.062-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Data terakhir Dinas Kebersihan Jakarta menunjukkan jumlah sampah Jakarta sampai saat ini ± 27.966 M³  per  hari. Komposisinya, 65 persen sampah organik dan 35 persen sampah nonorganik. Jadi kalau mau kita hitung, penduduk DKI Jakarta dapat membangun 1 Candi Borobudur setiap 2 Hari dari tumpukan sampah. WOW!! Ini baru Jakarta loo, belum kota-kota lainnya. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;Salah satu cara kita mengurangi tumpukan sampah itu adalah dengan membuat kompos untuk sampah organik rumah kita. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;Caranya:&lt;/div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sediakan wadah berdiameter 10 cm (yang tidak dipakai lagi), lubangi bagian bawahnya untuk saluran cairan coklat (lindi) hasil pengomposan. Beri pasir ke dalam wadah sebagai dasarnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lalu sampah organik seperti sisa sayuran, buah, makanan, dll  ditumpuk di atas pasir itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada hari ketiga setelah ada bau masam, sisa sayuran dan makanan ditaburi kapur (dolomide) untuk menambah unsur hara hasil kompos.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perciki air secukupnya. Kemudian tambahkan tanah gembur secukupnya agar bau bisa tertahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk lapisan berikutnya dapat mulai lagi dengan diperciki air, diberi pasir, sisa sayuran/makanan, tanah gembur. Pembuatan kompos dilakukan secara berlapis-lapis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk wadah berdiameter 10 cm campuran tidak perlu diaduk, tetapi untuk wadah yang berukuran lebih besar sebaiknya campuran diaduk.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;Waktu yang diperlukan untuk menjadi kompos sekitar satu setengah bulan. Tanda-tanda pengomposan sudah selesai campuran menjadi hitam dan tidak bau. Kompos tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, media tanam di rumah sendiri atau jika dijual bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZbtUP0EUCI/AAAAAAAAAAo/y8BHyPLFzZY/s1600-h/Stiker.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 90px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZbtUP0EUCI/AAAAAAAAAAo/y8BHyPLFzZY/s320/Stiker.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302686543373422626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-3245193355252749581?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/3245193355252749581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/data-terakhir-dinas-kebersihan-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3245193355252749581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3245193355252749581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/data-terakhir-dinas-kebersihan-jakarta.html' title=''/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UTFrMfGK1oQ/SZbtUP0EUCI/AAAAAAAAAAo/y8BHyPLFzZY/s72-c/Stiker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3253116434290021852.post-3786171509766963301</id><published>2009-02-13T01:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T02:03:49.599-08:00</updated><title type='text'>Take Solution Right NOW</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pemanasan global&lt;/b&gt; adalah adanya proses peningkatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu" title="Suhu"&gt;suhu&lt;/a&gt; rata-rata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer" title="Atmosfer"&gt;atmosfer&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut" title="Laut"&gt;laut&lt;/a&gt;, dan daratan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius" title="Celsius"&gt;C&lt;/a&gt; (1.33 ± 0.32 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit" title="Fahrenheit"&gt;F&lt;/a&gt;) selama seratus tahun terakhir. &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change" title="Intergovernmental Panel on Climate Change" class="mw-redirect"&gt;Intergovernmental Panel on Climate Change&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca" title="Gas rumah kaca"&gt;gas-gas rumah kaca&lt;/a&gt; akibat aktivitas manusia"&lt;sup id="cite_ref-grida7_0-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca" title="Efek rumah kaca"&gt;efek rumah kaca&lt;/a&gt;. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/G8" title="G8"&gt;G8&lt;/a&gt;. Akan tetapi, masih terdapat beberapa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmuwan" title="Ilmuwan"&gt;ilmuwan&lt;/a&gt; yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat &lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;1.1 hingga 6.4 °C&lt;/span&gt; &lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;(2.0 hingga 11.5 °F)&lt;/span&gt; antara tahun 1990 dan 2100.&lt;sup id="cite_ref-grida7_0-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.&lt;sup id="cite_ref-grida7_0-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Ini mencerminkan besarnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kapasitas_panas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kapasitas panas (belum dibuat)"&gt;kapasitas panas&lt;/a&gt; dari lautan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-1" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; serta perubahan jumlah dan pola &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presipitasi" title="Presipitasi"&gt;presipitasi&lt;/a&gt;. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gletser" title="Gletser"&gt;gletser&lt;/a&gt;, dan punahnya berbagai jenis hewan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto" title="Protokol Kyoto"&gt;Protokol Kyoto&lt;/a&gt;, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3253116434290021852-3786171509766963301?l=take-solution.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://take-solution.blogspot.com/feeds/3786171509766963301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/take-solution-right-now.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3786171509766963301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3253116434290021852/posts/default/3786171509766963301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://take-solution.blogspot.com/2009/02/take-solution-right-now.html' title='Take Solution Right NOW'/><author><name>Save Planet From Destroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06035686072331510341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-Ust2uihEEj0/TZyJKwGdOiI/AAAAAAAAATY/lSxwIHckeuI/s220/268119074.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
